Thursday, May 29, 2014

Bepergian Bersama Bayi

Apapun alasannya, bepergian dengan bayi membutuhkan pertimbangan khusus. Anda mungkin akan berpikiran apakah bayi Anda terlalu muda untuk melakukan perjalanan darat?

Mungkin saja tidak. Mungkin Anda akan merasa grogi melakukan perjalanan dengan bayi yang baru lahir, tapi kenyataannya, penumpang kecil ini merupakan teman perjalanan yang menyenangkan. "Semakin muda mereka, semakin mudah untuk melakukan perjalanan panjang, karena meraka banyak tertidur selama perjalanan,” ujar Shelly Rivoli, penulis buku Travels with Baby guidebooks.

Pertanyaannya adalah bagaimana melakukan itu, iVillage memberikan beberapa tips untuk melakukan perjalanan dengan bayi

1. Pikirkan Jarak dan Waktu Perjalanan

Rencanakan tujuan yang realistis, yang bisa ditempuh secepat mungkin. Anda harus memikirkan berapa lama bayi mampu bertahan duduk di atas kursinya untuk tidak menjadi rewel. Lakukan perjalanan di malam hari, saat mereka ada dalam jadwal tidurnya. Rencana perjalanan seperti ini akan membuat perjalanan menjadi menyenangkan, tidak menjemukan atau mengesalkan.

Mungkin Anda berpikiran untuk mengemudi saat siang hari? Anda tetap bisa melakukannya saat bayi dalam jam tidur siang mereka. Lakukan pemberhentian untuk mengganti popok mereka sebelum mereka resah dan rewel. Dan bagi Anda istirahat ini bisa digunakan untuk pergi ke kamar mandi atau mengisi bahan bakar.

2. Jangan Biarkan Mereka Tidur Sepanjang Hari

Tentu saja, membiarkan bayi kita tidur sepanjang perjalanan bisa membuat berkurangnya hambatan, tapi saat Anda butuh istirahat dan tidur, maka si bayi justru sebaliknya.

Untuk memastikan dia ingin bermain saat Anda butuh tidur, jaga waktu tidurnya dan jangan membiarkan dia tertidur lebih lama dari biasanya. Rencanakan untuk berhenti segera setelah dia terbangun untuk mengganti popok dan memberinya udara segar.

3. Pindahkan Bayi Saat Beristirahat Saat Anda tiba di tempat tujuan, pastikan untuk memindahkan bayi dari kursi penumpang ke dalam bangunan.

 Kursi penumpang mungkin merupakan tempat teraman bagi bayi saat bepergian, tapi tidak benar-benar dirancang untuk tidur. Kenyataannya, tidur di kursi penumpang bisa membuat masalah pernafasan bagi bayi.

 Jadi keluarkan bayi dari kursinya saat Anda singgah di tempat pemberhentian atau rumah makan. Tapi jangan pindahkan dia saat mobil sedang berjalan. Biarkan bayi beristirahat setiap beberapa jam.

4. Fleksibel Saat bepergian dengan bayi, fleskibilitas sangat diperlukan di sini. Anda tidak akan pernah tahu berapa lama perjalanan yang bisa ditempuh selama sehari, asumsikan saja itu akan memakan waktu dua kali lebih lama dari waktu biasanya saat Anda belum memliki bayi.

 Untuk membuatnya lebih mudah, petakan rencana perjalanan Anda dan buat catatan untuk tempat pemberhentian yang baik di sepanjang jalan. Memesan kamar hotel di sepanjang jalan yang ada saat Anda siap untuk tidur.

5. Waktu Menyusui

 Bayi yang tertidur dan kondisi yang tidak biasa bisa membuat jadwal menyusui Anda kacau. Usahakan untuk teguh pada jadwal menyusui jika semuanya memungknkan. Tapi ingat untuk tidak melakukannya saat Anda sedang dalam kendaraan yang melaju.

Mungkin akan sangat menggoda jika bayi Anda meangis di perjalanan sementara tempat peristirahatan masih jauh. Jangan lakukan itu. "Berhenti sejenak untuk menyusui dan mengganti popok yang basah sebelum melanjutkan perjalanan," ujar RIvoli. Atau Anda bisa memompa air susu ANda selama perjalanan jika tidak ingin berhenti dan membangunkan si kecil.

6. Letakkan Kotak Pendingin di Dekat Anda
Untuk kepentingan darurat, akan sangat baik jika memiliki pendingin kecil yang bisa diraih setiap saati. Selain botol susu, Anda juga bisa menempatkan air minum dan makanan padat atau kudapan yang bisa membuatnya sibuk.

 7. Sering-sering Berhenti

Jika bayi Anda sedang dalam tidurnya yang nyenyak, jangan diganggu. Tapi jika, dia terbangun dan siap untuk keluar dari kursinya, berhentilah sebelum rengekan berubah menjadi tangisan keras. Juga usahakan untuk membuat waktu istirahat menjadi berguna, daripada hanya mengganti popok saja. Cari parkiran atau area bermain terdekat dimana si kecil bisa merangkak sepuasnya. (MM) artikel kesehatan lainnya

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...