Skip to main content

BRONKIOTIS PADA BAYI DI BAWAH 2 TAHUN

Bronkiolitis merupakan suatu penyakit saluran napas atas akibat infeksi virus yang menyebabkan terjadinya sumbatan akibat radang (inflamasi) pada saluran napas kecil (bronkiolus) yang terjadi pada anak dibawah usia 2 tahun.

Virus tersering penyebab bronkiolitis adalah respiratory syncytial virus (RSV), diikuti dengan virus parainfluenza, dan adenovirus. Virus ini menular melalui pernapasan dari anak atau orang dewasa lain yang menderita batuk-pilek akibat infeksi virus tersebut.

Bronkiolitis, biasanya, didahului oleh infeksi saluran napas atas akut dengan gejala batuk-pilek, dengan atau tanpa disertai demam. Setelah beberapa waktu menderita batuk-pilek, anak kemudian terlihat semakin sesak, bernapas cepat dan dangkal, hidung terlihat kembang kempis saat bernapas dan dapat disertai bunyi napas mengi. Bunyi mengi ini kadang tidak terdengar tanpa stetoskop. Pada bayi kecil selain gejala tersebut, juga terlihat rewel, gelisah, tidak mau makan minum, dan muntah.

Bila si kecil mengalami batuk-pilek yang disertai gejala tersebut, sebaiknya orang tua membawa anak ke rumah sakit. Karena kondisi tersebut menandakan anak mengalami kekurangan oksigen (air hunger). Di rumah sakit, si kecil akan mendapatkan bantuan oksigen, dipasang infus (jalur intravena), diberikan nebulizer, dilakukan pemeriksaan rontgen dan laboratorium, serta diberikan obat melalui jalur intravena.

Pada kasus bronkiolitis berat, usaha napas yang berat dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan anak mengalami kelelahan bernapas sehingga napas menjadi tidak efektif dan dapat menyebabkan gagal napas. Pemberian oksigen bertujuan untuk menggurangi beban napas anak dan mencegah anak jatuh dalam keadaan gagal napas.

Namun, pada kasus yang sangat berat, seperti anak mengalami ancaman gagal napas, maka si kecil akan dirawat di ICU anak (PICU) dan dokter akan memantau lebih ketat serta menganjurkan untuk dibantu dengan alat bantu napas (ventilator). Setelah keadaan anak sudah membaik, alat bantu napas akan dilepas dan kemudian anak kembali bernapas seperti biasa. Walaupun bronkiolitis dapat menimbulkan gejala klinis yang sangat berat, namun penyakit ini juga dapat muncul dengan gejala yang ringan saja.

Walaupun sama-sama memiliki gejala mengi, penyakit bronkiolitis tidak menyebabkan anak menjadi asma. Bronkiolitis juga tidak menyebabkan gangguan pada tumbuh kembang anak kecuali bila terdapat komplikasi yang berat saat anak sakit. Penyakit ini juga tidak memberikan kekebalan seperti misalnya pada penyakit campak. Anak yang menderita bronkiolitis umumnya akan mengalami perbaikan dalam waktu 10-14 hari.

Baca artikel relevan
brongkiotis pada bayi, bronkiotis pada anak, gejala bronkiotis, penyakit saluran napas bronkiotis, bronkiotis infeksi virus, gejala mengi pada bayi, gejala mengi, batuk pilek disertai mengi, gangguan akibat bronkiotis, anak penderita bronkiotis

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…