Thursday, May 29, 2014

Cara Membuka dan Mengaktifkan Cakra

Saat ini berkembang berbagai metode dan latihan untuk mengaktifkan dan membersihkan cakra-cakra dalam tubuh fisik seseorang sehingga berdampak pada peningkatan kualitas diri dan kesehatan. Berikut  akan diuraikan teknik-teknik ini secara singkat dan padat.

1.  Latihan Yoga Asanas
Secara sederhana Yoga merupakan usaha penyatuan tubuh, pikiran, emosi, dan spirit (jiwa) agar semuanya bekerja secara seimbang. Dalam Yoga dipelajari filosofi tentang manusia, cara menjalani hidup secara seimbang, serta bagaimana cara bertahan hidup kalau tidak ada keseimbangan.
Melalui latihan-latihan tertentu dalam teknik Yoga, gerakan-gerakan  tertentu, posisi tubuh dan teknik pernapasan, cakra-cakra seseorang  sedikit-demi-sedikit mulai dibersihkan, diselaraskan  dan pada saatnya aktif menghasilkan energi vital. Teknik ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan latihan yang  tekun dan teratur untuk mengaktifkan seluruh cakra dan Kundalini  seseorang  (± 10-15 tahun).

2. Teknik Prana
Prana adalah istilah Sansekerta yang berarti energi vital atau daya hidup yang memberikan kehidupan bagi seluruh alam semesta, termasuk  kehidupan dan kesehatan tubuh manusia. Sumber prana sangat berlimpah di seluruh bumi,  antara lain di udara, bumi, dan matahari. Ini adalah kekuatan hidup untuk manusia, tumbuhan, hewan dan ciptaan lainnya dalam planet bumi.
Mereka  yang mempunyai banyak prana cenderung membuat orang-orang di sekitarnya merasa lebih baik dan bergairah. Sebaliknya, mereka yang kekurangan prana cenderung tanpa sadar menyerap prana dari seseorang atau orang-orang lain.
Latihan-latihan fisik seperti olahraga, dansa,  jalan kaki, berenang, atau naik gunung mempermudah penyebaran prana ke seluruh tubuh dan mempercepat pengolahan prana segar maupun pembuangan prana kotor atau prana yang sudah terpakai.
Dengan teknik tertentu melalui bantuan seorang praktisi prana tubuh energi/bioplasmik/aura seseorang  dibersihkan dan disalurkan energi vital yang diakses dari alam. Seorang praktisi prana harus mengetahui dengan sadar  bagaimana caranya memperoleh prana dari lingkungan dan kemudian memproyeksikan memindahkannya kepada pasien. Dengan cara ini, kekuatan dan vitalitas akan diperoleh kembali oleh pasien. Tapi teknik ini membutuhkan latihan yang lama dan teratur.

3. Teknik Akupuntur 
Akupunktur adalah suatu cara pengobatan yang memanfaatkan rangsangan pada titik-titik akupunktur tubuh pasien, telinga atau kulit kepala untuk mempengaruhi aliran bioenergi tubuh yang disebut dengan  Qi (baca: Chi). Qi  ini mengalir dalam jalur meridian, sehingga inti pengobatan akupunktur adalah untuk mengembalikan sistem keseimbangan (homeostasis) tubuh yang terwujud dengan adanya aliran Qi   yang teratur dan harmonis dalam meridian sehingga pasien sehat kembali.
Melalui tusuk jarum yang dilakukan seorang ahli atau praktisi Akupuntur  titik-titik pusat energi vital anda  secara bertahap dirangsang untuk aktif dan pada akhirnya menghasilkan energi vital untuk disalurkan pada bagian tubuh yang  membutuhkannya melalui jalur-jalur meridian dan jalur nadis  tubuh. Pada saat terapi penusukan jarum pada umumnya pasien merasa rileks. Lamanya terapi antara 15 sampai dengan 20 menit. Aplikasi pengobatan akupunktur sendiri kini makin meluas. Bukan hanya untuk mengembalikan keseimbangan homeostasis saja, tapi juga untuk menimbulkan berbagai efek, seperti analgesia (penghilang rasa sakit) dan anesthesia (pembiusan).
Efek aplikasi akupunktur yang lain adalah untuk penyembuhan, pencegahan (dapat meningkatkan daya tahan tubuh), menunjang olahraga (bisa menimbulkan efek dopping tanpa menggunakan obat).

4. Teknik Usui
Teknik ini ditemukan dan dikembangkan oleh Master Mikao Usui dari Jepang sejak tahun 1914, dengan mengakses  energi alam semesta dan dengan membuat pola energi alam semesta melalui teknik Attunement atau penyelarasan seketika. Dalam waktu 30-45 menit seluruh cakra-cakra anda  dibersihkan dan diselaraskan sehingga aktif dan secara terus menerus cakra-cakra itu  mengakses  energi vital dari alam semesta. Setelah  anda  di-attunement tubuh bioplasmik yang berukuran 5-20 cm keluar dari tubuh fisik  berkembang menjadi 1,5 sampai dengan 2,5 meter. Teknik ini dikembangkan oleh Master Mikao Usui  melalui referensi teknik Yoga dan teknik penyebuhan  yang dilakukan oleh orang-orang Tibet. Dengan tubuh bioplasmik anda yang semakin lebar maka getaran gelombang energi  elektromagnetik semakin tinggi dan jauh. Hasilnya anda semakin sehat secara  fisik dan psikis,  juga mampu menyalurkan energi penyembuhan,  baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain. (MM) baca artikel terkait

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...