Thursday, May 29, 2014

Karakteristik Reiki

Dalam metode penyembuhan Reiki anda  mengakses  energi Ilahi, dan inilah yang membedakan Reiki dengan teknik-teknik penyembuhan yang lain, seperti prana, Yoga, Akupuntur  dan  tenaga dalam lainnya. Dalam teknik penyembuhan prana, energi yang diakses adalah energi alam semesta dengan mempergunakan warna-warna tertentu melalui pemberdayaan dari pusat-pusat energi atau simbol-simbol energi dalam diri anda yang disebut dengan cakra. Warna-warna itu kemudian digabungkan dan langsung disalurkan kepada bagian-bagian  tubuh yang membutuhkan.
Apa yang dimaksukkan dengan energi Ilahi? Untuk menjawab pertanyaan anda diajak untuk sejenak melihat alam semesta itu yang berada dalam sebuah tatanan yang tersistem dan terstruktur. Di alam semesta ini, anda  melihat benda-benda langit, seperti bintang, matahari, planet-planet, termasuk bumi. Dan bahkan di bumi sendiri ada makhluk hidup dan juga benda mati. Semua benda langit itu bergerak menurut pola yang teratur, begitu juga makhluk hidup tumbuh secara alami. Lalu dari mana sumber energinya yang memungkinkan semua benda itu bergerak? Sumbernya dari energi Tuhan sendiri atau dalam istilah Reiki disebut energi Ilahi atau energi Rei.
Energi Ilahi itulah yang memberikan kekuatan kepada benda-benda tersebut, sehingga benda-benda itu memiliki energi. Pertanyaan yang sederhana tetapi juga menantang untuk ditelusuri adalah bagaimana supaya benda-benda itu memiliki energi? Ilmu Reiki di sini sangat berutang budi kepada teori-teori fisika, terutama yang bertautan dengan pola gerak dan cara kerja energi. Anda bisa  mulai dengan eksplorasi yang lebih sederhana bagaimana  bumi memperoleh energi. Supaya bumi memiliki energi maka setiap hari  bumi bergerak atau berputar mengelilingi porosnya. Energi yang dilepaskan bumi bersifat positif dan negatif. Karena itu, di permukaan bumi terdapat dua jalur energi, yaitu jalur energi positif dan negatif. Pada pertemuan kedua jalur  energi itu, bumi melepaskan life force energy (energi kehidupan),   atau yang sering dikenal dalam istilah Reiki sebagai gelombang energi elektromagnetik. Gelombang energi inilah yang membuat semua makhluk hidup di permukaan bumi ini bisa memperoleh kehidupan, seperti manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan. Tanpa life force energy ini, tidak ada kehidupan di  permukaan bumi.
Seperti bumi, benda-benda lain di alam semesta, misalnya, matahari, bintang dan bulan, planet-planet lain, juga bergerak dan  tidak ada yang diam. Selain bergerak atau berputar untuk dirinya sendiri, benda-benda itu juga bergerak bersama-sama mengelilingi pada sesuatu yang disebut sebagai pusat energi, misalnya galaksi andromeda. Semua  gugusan benda langit yang terkumpul dalam galaksi itu, bergerak bersama untuk membuat sebuah orbit. Saat mereka bergerak, maka mereka secara simultan melepaskan (memberi) dan menerima energi. Fenomena yang paling kasat dari kegiatan saling melepas dan menerima energi itu yaitu adanya pasang surut air laut, misalnya. Gejala itu disebabkan oleh adanya daya tarik bumi dan bulan. Kedua benda itu terus tergerak, dimana yang satu melepaskan energi sementara yang lain menerima energi, begitupun sebaliknya.
Apa tujuan benda-benda  bergerak?  Dalam ilmu fisika anda mengetahui, bahwa selain untuk menghasilkan enegi, gerak juga berfungsi untuk mempertahankan posisi masing-masing benda, supaya mereka tetap berada pada orbit masing-masing sehingga tidak terjadi saling tabrakan. Dengan demikian ada sebuah harmonisasi gerakan dari dalam alam semesta. Pada saat alam semesta ini melepaskan dan memberi energi maka di alam semesta ini terbentuk gelombang-gelombang energi. Dalam bahasa  Jepang, gelombang-gelombang energi alam semesta ini disebut sebagai Reiki.
Tetapi benda-benda yang bergerak itu membutuhkan energi untuk  menggerakkan, misalnya mobil, walaupun memiliki mesin, namun mesin itu tidak bergerak kalau tidak ada bensin. Nah, bensin inilah sebagai sumber energi supaya mesin itu bergerak atau bekerja. Hal yang sama juga terjadi dalam alam semesta. Semua benda yang bergerak membutuhkan sumber energi, sehingga mereka juga menghasilkan energi. Dalam bahasa iman sumber energi itu disebut sebagai “Kuasa Tuhan”, atau gelombang energi Ilahi. Reiki juga menyebutkan gelombang energi Ilahi sebagai  “Kebijaksanaan Ilahi” (Higher Inteligence). Dalam bahasa Jepang Kebijaksanaan Ilahi disebut “Rei”.
Dalam terang Kebijaksanaan Ilahi itu, ada sebuah keyakinan bahwa pada proses penciptaan awal dalam alam semesta ini, semuanya kosong. Tidak ada makhluk hidup dan bahkan benda langit pun belum ada. Semua kita percaya akan hal itu. Tetapi kemudian anda melihat ada sejumlah benda yang membentang di hadapan anda, seperti matahari, bintang, bulan, planet, dan bumi. Ini adalah sebuah fakta yang tak terbantahkan. Semuanya itu tidak mungkin terbentuk dengan sendirinya. Karena adanya faktanya itu, maka kita percaya adanya Tuhan.
Tetapi fakta itu terjadi melalui suatu proses yang sangat panjang hingga miliaran tahun. Anda tahu bahwa hampir semua agama berbicara juga tentang bagaimana proses alam semesta ini diciptakan. Anda juga  tahu dalam agama, bahwa Allah memulai dari dirinya sendiri, maka Dia tidak diciptakan, atau Dia tidak ada yang dijadikan atau menciptakan Dia. Karena itu, Allah kita sebut sebagai sumber dari segala sumber energi, yang menggerakkan semua benda ciptaan sehingga menghasilkan energi.
Setelah melewati proses yang panjang benda-benda itu mendapat bentuk fisik, seperti bumi, bintang, bulan, matahari, dan benda-benda alam semesta yang lainnya. Lalu bagaimana mekanisme terjadinya sehingga terbentuknya sebuah benda. Kalau benda-benda besar tadi direduksikan menjadi benda yang paling kecil, maka disebut  atom. Di dalam atom itu ada unsur neutron-neutron.  Lalu di dalam neutron itu ada proton dan elektron. Secara kasat mata tidak bisa dilihat, maka itu  berarti  kosong, tetapi sebetulnya ada.
Lalu bagaimana proses terjadinya dari sesuatu yang tidak kelihatan menjadi kelihatan.  Neutron merupakan awal mula penciptaan ilahi. Sang Kekuatan tadi, yang sering disebut  sebagai sumber dari segala sumber energi, menggerakkan neutron. Kemudian  neutron itu melepaskan proton dan elektron. Proton dan elektron itu berbentuk sebuah energi yaitu energi positif dan energi negatif. Lalu proton dan elektron dari satu neutron berhubungan dengan neutron dari atom yang  lain. Yang sejenis mulai  bergabung dan  menjadi “suatu senyawa”. Begitu senyawa kimia terbentuk, maka mulailah terbentuk benda yang bisa dilihat.
Menurut teori ilmu pengetahuan alam, terbentuknya sebuah benda membutuhkan waktu miliaran tahun. Alam semesta ini dibentuk dari “Nebula” atau debu-debu. Debu-debu itu saling  mengikat  satu sama lain sehingga menjadi benda tertentu berdasarkan senyawa-senyawa kimianya, misalnya unsur besi bergabung dengan unsur besi, unsur tanah bergabung dengan unsur tanah, dan unsur kapur bergabung dengan unsur kapur.  Begitulah terjadinya proses terbentuknya sebuah benda. Semua yang ada itu diciptakan oleh Sang Kekuatan atau Higher Power, yang mampu  menggerakkan sesuatu  yang kosong menjadi “sesuatu yang ada”.   Dalam ilmu Reiki, energi yang menggerakkan itu disebut sebagai “Rei”. Rei itu  berada di mana-mana  di seluruh alam semesta. (MM) baca artikel terkait

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...