Friday, May 30, 2014

Materialisasi Simbol Reiki

Simbol-simbol dalam Reiki, tidak hanya berfungsi mempercepat proses penyembuhan, tetapi simbol itu dapat digunakan untuk membuat harapan anda agar memperoleh sesuatu dalam bidang materi menjadi kenyataan, maka disebut materialisasi simbol. Lalu bagaimana cara kerja pola energi berbentuk simbol itu mewujudnyatakan cita-cita anda. Hal ini bisa dijelaskan lewat ilustrasi berikut ini. Katakanlah pada tahun depan anda ingin mempunyai mobil. Tetapi itu bukan sekedar impian anda. Anda bertekat agar harapan itu betul-betul terjadi, jadi bukan sebuah impian kosong. Lalu apa yang anda lakukan dengan pola energi dalam bentuk simbol.
Proses pertama yang harus anda sadari bahwa  secara prinsip semua rejeki yang anda peroleh dalam kehidupan ini berasal dari Tuhan atau berkat Kemurahan Tuhan. Tetapi sebagai seorang praktisi Reiki anda sesungguhnya sudah mempunyai hubungan dengan Tuhan yang dapat diakses lewat jalur antakarana atau jalur energi anda. Tentu ukuran jalur antakarana masing-masing orang tidak sama, ada yang hanya selebar 2 cm, 3 cm hingga 5 cm, selebar kepala atau selebar tubuh, tetapi ada yang selebar sungai (misalnya 400 hingga 900 meter). Tetapi anda tidak usah berkecil hati dengan ukuran lebar jalur antakarana anda. Besar kecilnya jalur energi tidak akan membatasi niat anda untuk mendapatkan mobil yang anda inginkan. Lantaran energi Ilahi bersifat cerdas.
Sekarang lewat jalur antakarana anda mempunyai akses langsung untuk berhubungan dengan Tuhan yang memiliki kekayaan  atau kelimpahan yang tidak terbatas. Selanjutnya anda tinggal memvisualisasikan atau mematerialisasikan supaya permintaan untuk mendapat mobil tahun depan terfokus. Pada tahap berikutnya anda  menggambarkan simbol Cho-Ku-Rei di depan dada, tepatnya di depan cakra jantung. Setelah terbentuk bola energi berwarna emas, lalu anda niatkan agar mobil yang anda cita-citakan, bila perlu lengkap dengan merek, warna dan jenisnya,  berada dalam bola enegi Cho-Ku-Rei. Selanjutnya anda bangunkan niat agar bola energi Cho-Ku-Rei - yang menggendong mobil yang anda cita-citakan tadi - untuk segera mengorbit di alam semesta. Selanjutnya anda lemparkan bola energi Cho-Ku-Rei itu ke udara. Bola energi itu kemudian mencari sumber energi (sumber pendapatan) supaya anda bisa mendapatkan kemungkinan untuk membeli mobil. Bola energi akan mencari di alam semesta. Itu terjadi karena alam semesta ini adalah sebuah Kebijaksaan Ilahi. Jadi mengetahui tempatnya di mana mobil itu adalah Tuhan sendiri. Tetapi begitu anda fokuskan doa dan harapan dalam  bentuk visualisasi, berarti anda membuat sebuah harapan menjadi sesuatu yang nyata. Karena itu disebut materialisasi.
Tetapi perlu diingat akan prinsip dasar bahwa semua rejeki kita datang dari Tuhan. Hanya Tuhan sendiri yang mengetahui  hari ini dan besok. Yang anda bisa lakukan adalah  memfokuskan harapan dengan mematerialisasikan harapan itu dalam bentuk bola enegi Cho-Ku-Rei. Selanjutnya bola energi itu yang mengorbit untuk menemukan peluang atau kesempatan untuk anda agar mendapatkan mobil yang dicita-citakan itu.
Anda bisa merumuskan sendiri kalimat afirmasinya  sesuai dengan isi atau ujud permintaan anda. Anda bisa mengulangi afirmasi itu tiap hari atau bisa juga berapa kali dalam sehari, karena tidak ada ketentuan yang membatasi anda. Setelah anda meletakkan niat dalam bola energi tadi, tentu anda tidak boleh tinggal diam menunggu berkat  jatuh dari langit. Anda harus  tetap berusaha mencari sumber pendapatan. Tetapi pencarian anda kali ini  tidak bias, namun pencarian itu lebih terfokus karena anda dibimbing oleh Kebijaksanaan Ilahi. 
Tentu anda tidak hanya menghendaki mobil saja, tetapi juga anda ingin mempunyai rumah tinggal. Tetapi tidak boleh dibuat dalam satu program energi. Kalau anda berharap memiliki rumah maka harus membuat program lain, namun selalu dihubungkan dengan jenis bola energi Cho-Ku-Rei berwarna emas. Karena emas adalah lambang kelimpahan.
Lalu bagaimana energi itu bekerja di alam semesta  sehingga bisa menemukan  mobil yang anda inginkan. Prinsip umum yang berlaku dalam alam semesta bahwa di mana ada energi permintaan maka pasti ada energi penawaran, begitu pun sebaliknya. Karena itu kalau anda memproduksi sesuatu maka itu disebut energi penawaran atau suplai, sementara kalau mencari sesuatu maka yang terbentuk adalah energi permintaan. Nah, begitu anda membuat bola energi, maka dialah yang akan mempertemukan kedua energi, yaitu energi penawaran dan permintaan.
Materialisasi simbol tidak hanya untuk kepentingan benda-benda materi, tetapi juga bisa untuk memindahkan hujan. Misalnya, begitu anda jalan ke depan  anda lihat  mendung dan tidak lama lagi pasti hujan. Karena anda ingin perjalanan tidak terganggu oleh hujan, maka anda langsung membuat bola energi  Cho-Ku-Rei dengan niat memindahkan awan ke selatan atau ke utara dari jalan yang  akan anda lewati, sehingga anda tidak akan kehujanan. (MM) baca artikel terkait

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...