Thursday, May 29, 2014

Mengenal Reiki

Secara etimologis Reiki berasal dari bahasa Jepang, yaitu Rei dan Ki. Rei berarti berarti Alam Semesta dan Ki berarti Energi Kehidupan. Oleh karena itu makna bebas dari Reiki adalah energi kehidupan yang berasal dari alam semesta. Dalam terminologi Barat energi ini secara umum disebut juga sebagai Universal Life Force  Energy.  Dalam sistem esoteris Jepang, Reiki adalah salah satu dari tujuh macam “Ki” yang bekerja di tubuh manusia, di mana Ki lainnya adalah: Kakki, Shioki, Mizuki, Kuki, Denki, dan Jiki. Selain itu, dalam disiplin esoteris Jepang juga dikenal sebuah Ki yang bekerja di luar tubuh manusia, bahkan bekerja di fenomena non-materi. Ki ini dinamakan dengan Shin Ki. Beberapa sistem esoteris menamakan Shin Ki ini sebagai “energi cakra Ilahi”.
Dalam seni penyembuhan holistik dipercaya bahwa energi  kehidupan memberikan pengaruh dominan ke seluruh aspek kehidupan, termasuk mempengaruhi kualitas  kesehatan fisik,  mental, emosional, bahkan mempengaruhi potensi kemakmuran seseorang. Oleh karena itu sejak jaman dahulu kala pengetahuan mengenai energi kehidupan ini telah dikembangkan manusia sebagai salah satu pengetahuan penting untuk membantu kehidupan sehari-hari. Karena itu, energi kehiduapan ini dikenal dalam berbagai istilah yang berbeda, antara lain: Chi di China, Mana di wilayah Polynesia, Prana di India, Barraka di negeri-negeri Islam.
Energi Rei disebut sebagai Higher Inteligence karena energi ini  bersifat hidup dan menghidupkan. Inilah yang membedakan energi Rei dengan energi yang lain di alam semesta ini, seperti energi dari udara, energi  matahari, atau energi bumi. Saat praktisi menyalurkan energi Rei ke dalam tubuh pasien lewat kedua telapak tangan, energi ini melacak sendiri penyakit atau permasalahan yang terdapat  dalam tubuh fisik pasien.
Metode penyembuhan Reiki tidak dapat disamakan dengan ilmu tenaga dalam  yang lain, karena Reiki  merupakan energi universal yang memiliki suatu tingkat kecerdasan   yang tinggi jika digunakan dalam proses penyembuhan. Reiki dapat memenuhi  semua tingkat kebutuhan pasien,  baik fisik, psikis, mental maupun spiritual. Teknik penyembuhan ini bersifat cerdas, karena selain dapat melacak sendiri penyebab penyakit dalam tubuh pasien  sekaligus menyembuhkannya, tetapi juga dapat mengerahkan energi secara  lebih intensif (tidak over dosis) pada organ yang terganggu yang sangat membutuhkan energi Rei atau energi Ilahi.
Seorang praktisi (penghusada)  akan memiliki kemampuan dalam menyembuhkan setelah menerima attunement atau penyelarasan energi dari seorang Reiki Master yang telah memperoleh wewenang untuk itu. Dalam attunement seseorang Master akan memasukkan sejumlah simbol Reiki ke dalam  diri praktisi.  Dengan menerima proses ini praktisi Reiki  akan senantiasa terbuka terhadap energi Reiki secara permanen seumur hidup. (MM) baca artikel terkait

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...