Thursday, May 29, 2014

Mengubah Hal Negatif

Ini tips yang ganjil dan mungkin tak akan diajarkan di kelas-kelas menulis. Tetapi merujuk pada kisah sejumlah penulis besar yang bukunya laris-manis, pertimbangan ini pantas dimasukkan ke dalam daftar.

Tengoklah cerita sukses Stephenie Meyer. Nama ini terbilang baru di dunia karya tulis populer. Tetapi merujuk bukunya, banyak yang kagum pada karya yang membuatnya kaya raya dan populer. Remaja-remaja di dunia pasti tahu serial film layar lebar
Twilight yang sampai dibuat serialnya sebanyak enam seri. Ide pembuatan film itu berasal dari sukses novel karya Meyer, Twilight (2005). Kekaguman orang akan tumpah kepadanya karena dari empat seri novelnya, terjual sebanyak 120 juta kopi di seluruh dunia.

Dari mana ide cerita cemerlang didapat Meyer hingga berkat bukunya itu majalah Time sampai memasukkannya sebagai salah satu daru 100 Most Influential People in 2008? Meyer adalah anak yang lahir dari keluarga besar pada 24 Desember 1973 di Hartford, Connecticut, AS. Ia memiliki lima saudara dan masa kecilnya dihabiskan di Phoenix, Arizona, AS.

Suatu kali di bulan Juni 2003 ia bermimpi aneh. Mimpi itu tentang perempuan muda yang cantik tetapi berdarah vampir. Perempuan muda itu memiliki kekasih yang kemudian timbul pertentangan dalam dirinya karena pada saat bersamaan ia tengah lapar darah manusia. Mimpi itu mengejutkannya sekaligus mengganggunya. Ketika bangun ia segera menuliskannya dalam sebuah cerita. Ia menulisnya begitu saja tak merujuk pada panduan membuat cerita atau novel. Sebelumnya ia malah tak pernah membuat cerita selain karena tugas dari sekolah. Karena itu cerita vampir yang idenya didapat dari mimpi itu hanya ditulis mengikuti seleranya.

Tulisan pertama selesai. Karya awalnya itu kelak menjadi bab 13 di Twilight. Selesai bab itu ia mengembangkan idenya. Hingga dalam waktu tiga bulan karyanya itu layak disebut novel. Lalu ia menyimpannya karena tak ada niat untuk menerbitkannya. “Itu buat kesenangan pribadi saja,” katanya.

Tetapi saudaranya melihat lain. Mereka meminta Meyer menawarkannya ke agen-agen penulis. Setelah mempertimbangkan banyak hal akhirnya Meyer mengajukan surat lamaran ke-15 agen.  Lima agen awal tak memberi respons, sembilan lainnya menolak. Akhirnya ada agen terakhir yang tertarik, Jodi Reamer. Berkat tangannyalah draft novel Meyer diperebutkan delapan penerbit yang ingin mendapatkan haknya. Reamer sampai melelangnya. (MM) artikel bagus lainnya

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...