Thursday, May 29, 2014

Menyeimbangkan Cakra Tubuh

Secara energi setiap cakra  menghasilkan gelombang energi dan membentuk karakteristik panjang gelombang. Misalnya cakra dasar, gelombang energi yang dominan yang dihasilkannya berwarna merah.  Sedangkan cakra mahkota, gelombang energi yang dihasilkannya berwarna putih atau ungu. Setiap warna itu ada panjang gelombangnya. Berdasarkan ilmu psikologi panjang gelombang membentuk karakterisrik-karateristik dan   menghasilkan warna tertentu. Dari warna itu bisa dianalisis watak atau  karakter seseorang  dan kepribadian anda.
Dalam terapi Reiki cakra-cakra perlu diseimbangkan, terutama antara cakra-cakra bagian atas dengan cakra-cakra bagian bawah. Cakra bagian atas lebih menarik anda  kepada hal-hal yang bersifat spiritual, sementara cakra bagian bawah lebih mengarahkan anda kepada  hal-hal yang bersifat material atau duniawi. Ketidakseimbangan antara cakra bagian atas dengan bagian bawah membuat anda menjadi terlalu spiritual atau terikat kepada hal-hal duniawi.
-  Cakra-cakra yang diseimbangkan antara lain:
-  Cakra Mahkota     dengan  Cakra Dasar
-  Cakra Tenggorokan dengan Cakra Seks
-  Cakra Solar Plexus    dengan Cakra Jantung
-  Cakra Ajna Depan dengan Ajna Belakang
Penyeimbangan cakra dilakukan dengan mengikuti prinsip menyalurkan energi pada dua cakra yang mempunyai sifat berlawanan pada saat yang bersamaan. Misanya, kalau tangan kanan anda menyalurkan energi ke cakra mahkota, maka pada saat yang bersamaan tangan kiri  anda menyalurkan energi di cakra dasar. Namun, di sini tidak ada ketentuan tangan mana harus berada di cakra mana. Anda bisa melakukan secara acak, karena yang paling penting kedua tangan anda berada dalam posisi siap menyalur energi.
Penyeimbangan yang pertama, cakra mahkota dengan cakra dasar. Cakra mahkota berhubungan dengan gelombang energi Ilahi yang berwarna ungu dan putih cemerlang.  Sementara cakra dasar ini berhubungan dengan gelombang  energi bumi yang berwarna merah. Warna ungu atau putih cemerlang bersifat spiritual. Sementara warna merah yang berasal dari bumi cenderung ke arah material. Supaya terjadi keseimbangan secara psikologis, misalnya orang tidak semata-mata berdoa saja atau semata-mata mencari harta saja, cakra mahkota dan cakra dasar dalam melakukan terapi mesti diseimbangkan. Dengan demikian terjadi penyeimbangan antara bakti kepada Tuhan dan karya di dunia nyata. Orang tidak melulu berdoa, tetapi  dia juga harus bekerja.
Kalau  cakra dasar atau hal-hal material terlalu dominan, maka orang tidak lagi begitu peduli dengan orang lain, yang penting dia sendiri untung. Sebaliknya  kalau cakra mahkota atau hal-hal spiritual orang terlalu dominan, maka orang merasa tidak terlalu membutuhkan hal-hal yang bersifat duniawi. Berdoa dirasakan sudah cukup. Tetapi begitu menghadapi masalah materi, maka dia mengalami tekanan hidup. Maka itu perlu diseimbangkan antara yang spiritual dengan yang material.
Kedua, cakra tenggorakan dan cakra Seks. Cakra tenggorakan dikenal sebagai penciptaan tinggi (pusat kreativitas dan komunikasi) dan menghasilkan pola energi berwarna biru. Sementara cakra seks disebut sebagai penciptaan rendah  dengan pola energi berwarna berwarna orange.
Secara psikologis, kata-kata bisa mempengaruhi seseorang untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu.  Pada sisi lain  kata-kata juga bisa membangkitkan sekaligus mematikan orang. Hal yang sama juga terjadi dalam proses penciptaan.  Dulu Tuhan menjadikan segala sesuatu dengan “Sabdanya-Nya atau Logos dalam bahasa Yunani. Menciptakan sesuatu dengan sabda disebut sebagai penciptaan tinggi.
Sementara dilain pihak cakra seks juga  menciptakan sesuatu. Tetapi proses terjadinya sesuatu dilakukan lewat hubungan seks, maka disebut sebagai penciptaan rendah. Bila salah satu  dari kedua cakra ini lebih dominan, maka terjadi ketidakseimbangan dan tentu akan mempengaruhi perkembangan tubuh fisik. Dengan menyalurkan energi pada kedua cakra itu saat bersamaan, si praktisi mengalami keseimbangan.
Ketiga, penyeimbangan antara cakra jantung dan solar pleksus. Cakra jantung ini berwarna hijau. Unsur yang dihasilkannya adalah gas. Sedangkan solar pleksus berwarna kuning dan unsur yang dihasilkannya adalah api. Cakra jantung lebih berhubugan dengan kehendak atau belaskasihan. Semuanya diarahkan untuk memberikan sesuatu kepada orang lain. Sementara cakra solar plexus lebih terarah kepada diri sendiri (ego)   atau kepada keserakahan. Semuanya diarahkan untuk diri sendiri, sementara orang lain tidak perlu diperhatikan. Bila salah satu cakra lebih dominan, maka tidak terjadi keseimbangan. Kegiatan menyalurkan energi kepada kedua cakra secara bersamaan tentu akan menghilang  dominasi salah satu cakra, sehingga hidup menjadi lebih seimbang.
Keempat, penyeimbangan cakra ajna depan dan belakang. Tidak ada dimensi  yang dihasilkan oleh cakra ajna. Cakra ajna  perlu diseimbangkan  karena cakra ini menjadi pusat pemikiran dan jiwa seseorang. Cakra ini sebagai master cakra karena berperan dalam mengatur  sistem sinkronisasi, sistem koordinasi atau sistem kerja cakra lain. Penyaluran energi kepada  cakra ajna sama dengan pemberian energi di seluruh cakra-cakra lainnya. (MM) baca artikel terkait

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...