Skip to main content

Simbol Reiki

Simbol-simbol Reiki adalah kode atau lambang yang digunakan oleh seorang praktisi untuk mengkateristik atau memberikan spesifikasi energi yang bersifat umum menjadi bersifat khusus sesuai dengan jenis energi yang dipergunakan. Tetapi kalau kita membahas lebih jauh mengenai asul-usul simbol dalam Reiki, mau tidak mau kita kembali kepada pengalaman Dokter Mikao Usui. Saat mengalami peristiwa Satori  dia melihat pola-pola energi dalam bentuk simbol,  yaitu  Cho-Ku-Rei, She-Hei-Ki dan Hon-Zha-Ze-Sho-Nen. Ketiga simbol ini disebut sebagai simbol utama dalam Reiki.
Pertanyaannya adalah apa tujuan utama simbol-simbol itu dan bagaimana karakteristik masing-masing simbol?  Dalam Reiki simbol dipahami sebagai alat bantu saja. Dalam konteks sebagai alat bantu tujuan penggunaan simbol dalam melakukan terapi, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, semata-mata untuk mempercepat proses penyembuhan. Itu berarti tanpa menggunakan simbol energi Ilahi tetap mengalir ke bagian organ tubuh yang sakit, sehingga proses penyembuhan tetap berlangsung.
Simbol itu dapat diilustrasikan sebagai sejumlah peralatan yang digunakan dalam membajak sawah. Kalau anda menggarap sawah, maka anda harus punya pacul, alat bajak, dan kerbau atau sapi untuk menarik bajak. Semua alat bantu ini berfungsi untuk mempercepat proses pengerjaan sawah tersebut. Tetapi tujuan akhir dari pengerjaan itu supaya bisa ditanami padi dan hasilnya bisa digunakan untuk berbagai  keperluan. Jadi, baik pacul, alat bajak, maupun kerbau,  bukanlah “alat mistik”  yang bekerja sendiri. Dalam Reiki alat-alat bantu itu adalah simbol-simbol dan baru memiliki fungsi kalau ada yang menggunakanya. Jadi mereka tidak bekerja untuk dirinya sendiri.
Sebagai alat bantu, simbol-simbol itu baru berfungsi manakala ada sesuatu yang bisa membentuknya. Dalam Reiki yang membentuk simbol adalah gelombang energi Ilahi yang mengalir lewat jalur antakarana atau jalur energi. Seorang yang belum mempelajari Reiki atau di-atturnemet, jalur energinya kecil dan hanya selebar 1 inci saja. Setelah di-attunement Reiki dari tradisi pada umumnya jalur energi berkembang menjadi 4 cm hingga 5 cm. Tetapi harus dicatat, meskipun dia sudah menjadi praktisi, dia belum bisa menggunakan simbol. Misalnya, kalau dia membuat simbol Cho-Ku-Rei, pola energi dalam rupa simbol  Cho-Ku-Rei sama sekali tidak terbentuk. Pola energi tidak terbentuk berkaitan dengan lebar jalur energi.
Ilustrasi berikut ini barangkali bisa membantu  menyederhanakan pemahaman anda. Gelombang energi Ilahi dapat diibaratkan dengan air sementara jalur energi kita ibaratkan dengan pipa. Kalau  air mengalir dalam pipa dengan ukuran 5 inci, maka air itu tidak bisa dicedok dengan menggunakan ember,  mesin penyedot air  atau peralatan lainnya. Kenapa? Karena air itu masih berada dalam pipa dengan volume yang terbatas. Tetapi kalau air itu mengalir di luar pipa dan berupa sebuah sungai, maka air bisa diambil dengan media apa saja, termasuk ember, dan bisa dipakai untuk kepentingan apa saja sesuai dengan kebutuhan, karena volumenya tidak terbatas. Ember yang berfungsi sebagai alat bantu untuk mencedok air dalam ilustrasi itu adalah simbol dalam Reiki.Simbol-simbol Reiki adalah kode atau lambang yang digunakan oleh seorang praktisi untuk mengkateristik atau memberikan spesifikasi energi yang bersifat umum menjadi bersifat khusus sesuai dengan jenis energi yang dipergunakan. Tetapi kalau kita membahas lebih jauh mengenai asul-usul simbol dalam Reiki, mau tidak mau kita kembali kepada pengalaman Dokter Mikao Usui. Saat mengalami peristiwa Satori  dia melihat pola-pola energi dalam bentuk simbol,  yaitu  Cho-Ku-Rei, She-Hei-Ki dan Hon-Zha-Ze-Sho-Nen. Ketiga simbol ini disebut sebagai simbol utama dalam Reiki.
Pertanyaannya adalah apa tujuan utama simbol-simbol itu dan bagaimana karakteristik masing-masing simbol?  Dalam Reiki simbol dipahami sebagai alat bantu saja. Dalam konteks sebagai alat bantu tujuan penggunaan simbol dalam melakukan terapi, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, semata-mata untuk mempercepat proses penyembuhan. Itu berarti tanpa menggunakan simbol energi Ilahi tetap mengalir ke bagian organ tubuh yang sakit, sehingga proses penyembuhan tetap berlangsung.
Simbol itu dapat diilustrasikan sebagai sejumlah peralatan yang digunakan dalam membajak sawah. Kalau anda menggarap sawah, maka anda harus punya pacul, alat bajak, dan kerbau atau sapi untuk menarik bajak. Semua alat bantu ini berfungsi untuk mempercepat proses pengerjaan sawah tersebut. Tetapi tujuan akhir dari pengerjaan itu supaya bisa ditanami padi dan hasilnya bisa digunakan untuk berbagai  keperluan. Jadi, baik pacul, alat bajak, maupun kerbau,  bukanlah “alat mistik”  yang bekerja sendiri. Dalam Reiki alat-alat bantu itu adalah simbol-simbol dan baru memiliki fungsi kalau ada yang menggunakanya. Jadi mereka tidak bekerja untuk dirinya sendiri.
Sebagai alat bantu, simbol-simbol itu baru berfungsi manakala ada sesuatu yang bisa membentuknya. Dalam Reiki yang membentuk simbol adalah gelombang energi Ilahi yang mengalir lewat jalur antakarana atau jalur energi. Seorang yang belum mempelajari Reiki atau di-atturnemet, jalur energinya kecil dan hanya selebar 1 inci saja. Setelah di-attunement Reiki dari tradisi pada umumnya jalur energi berkembang menjadi 4 cm hingga 5 cm. Tetapi harus dicatat, meskipun dia sudah menjadi praktisi, dia belum bisa menggunakan simbol. Misalnya, kalau dia membuat simbol Cho-Ku-Rei, pola energi dalam rupa simbol  Cho-Ku-Rei sama sekali tidak terbentuk. Pola energi tidak terbentuk berkaitan dengan lebar jalur energi.
Ilustrasi berikut ini barangkali bisa membantu  menyederhanakan pemahaman anda. Gelombang energi Ilahi dapat diibaratkan dengan air sementara jalur energi kita ibaratkan dengan pipa. Kalau  air mengalir dalam pipa dengan ukuran 5 inci, maka air itu tidak bisa dicedok dengan menggunakan ember,  mesin penyedot air  atau peralatan lainnya. Kenapa? Karena air itu masih berada dalam pipa dengan volume yang terbatas. Tetapi kalau air itu mengalir di luar pipa dan berupa sebuah sungai, maka air bisa diambil dengan media apa saja, termasuk ember, dan bisa dipakai untuk kepentingan apa saja sesuai dengan kebutuhan, karena volumenya tidak terbatas. Ember yang berfungsi sebagai alat bantu untuk mencedok air dalam ilustrasi itu adalah simbol dalam Reiki. (MM) baca artikel terkait

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…