Skip to main content

Definis Strategi Kognitif dalam Pembelajaran

Strategi kognitif (Gagne, 1974) (dalam Yamin, 2005:5) adalah kemampuan internal seseorang untuk berpikir, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan. Kemampuan strategi kognitif menyebabkan proses berpikir unik di dalam menganalisis, memecahkan masalah, dan di dalam mengambil keputusan. Kemampuan dan keunikan berpikir tersebut sebagai executive control, atau disebut dengan control tingkat tinggi, yaitu analisis yang tajam, tepat dan akurat. Hal ini dapat kita lihat dalam kehidupan dunia politik Indonesia kini, mereka yang memiliki kemampuan kognisi yang tinggi sebegitu mudah memecahkan masalah akan tetapi begitu mudah pula membalik fakta, konsep, dan prinsip atas kepentingan politik yang mereka dukung, demikian sebaliknya kemampuan kognisi rendah mereka tiada pernah mengambil terobosan hanya pak turut saja.
Demikian pula dengan Bell-Gredler (1986) (dalam Yamin, 2005:5), menyebutkan strategi kognisi sebagai suatu proses berpikir induktif, yaitu membuat generalisasi dari fakta, konsep, dan prinsip tidak berkaitan dengan ilmu yang dimiliki seseorang, melainkan suatu kemampuan berpikir internal yang dimiliki seseorang dan dapat diterapkan dalam bebagai bidang ilmu yang dimiliki seseorang. Namum latar belakang pendidikan formal sangat mempengaruhi dalam keterampilan berpikir seseorang, karena mereka telah dibekali dengan analisis, sintesis, dan evaluasi. Dengan kemampuan berpikir ini siswa-siswa dapat hidup mandiri, dan membambil keputusan menganalisis, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan dari fenomena-fenomena di sekitar mereka.
Strategi kognisi merupakan kapabilitas yang mengatur cara bagaimana siswa mengelola belajarnya, ketika mengingat-ingat, dan berpikir, ia juga merupakan proses pengendali atau pengatur pelaksana tindakan. Strategi kognitif mempengaruhi perhatian siswa terhadap stimulus-stimulus, skema penyususan sandi yang dilakukan siswa, dan “tumpukan” informasi yang disimpan dalam ingatan. Kapasitas ini juga mempengaruhi strategi siswa dalam mencari dan menemukan kembali hal-hal yang disimpan dan dalam mengorganisasi respons-respons. Gagne (1977a) menyatakan bahwa strategi kognisi itu serupa dengan perilaku pengelolaan diri. Skinner (1968) dan perilaku matemagenik dari Rothkopf (1970) (dalam Yamin, 20046).
Gagne dan Briggs (1974:52) (dalam Yamin, 2004:6) menyatakan suatu contoh strategi kognisi ialah proses inferensi atau induksi. Pengalaman dengan objek-objek atau kejadian-kejadian, dan di situ seseorang berusaha memperoleh penjelasan mengenai suatu gejala tertentu menghasilkan induksi. Sebagai contoh, setelah mengamati gaya sebatang besi berani terhadap paku, siswa mungkin mengamati adanya gaya tarik ini terhadap benda-benda lain, seperti serbuk besi. Bila pengamatan ini menimbulkan inferensi tentang “gaya magnet”, maka siswa tersebut telah melaksanakan suatu strategi yang disebut induksi, manakala diaplikasikan strtategi ini menjadi kapabilitas baru yang siap digunakan sebagai strategi untuk mengahadapi situasi-situasi lainnya.
Berbeda dengan informasi verbal dan keterampilan intelek, yang ada kaitannya langsung dengan isi. Objek strategi kognitif ialah proses berpikir siswa sendiri. Ciri penting yang lain strategi kognitif tidak seperti keterampilan intelek, strategi itu tidak terpengaruh secara kritis oleh pelaksanaan pembelajaran, menit demi menit. Kebalikannya strategi kognisi itu berbentuk strategi kognitif sampai pada derajat tertentu dapat dikembangkan menjadi lebih baik dengan pendidikan formal, dan siswa belajar dan berkembang dengan sendiri, berpikir menjadi mandiri (Gagne 1977a:64) (dalam Yamin, 2005:6).

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…