Skip to main content

Hakekat dan Potensi Manusia

Hakikat Manusia
Siapakah manusia itu? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, manusia didefinisikan sebagai makhluk yang berakal budi atau insan. Pengertian ini memang terlalu sederhana untuk menjelaskan hakikat manusia. Mengapa? Manusia sebagai spisies. Manusia dapat memanfaatkan ilmu dan teknologi. Manusia memiliki kepentingan. Manusia mencintai sesuatu. Manusia memiliki tatanan nilai. Manusia membutuhkan perumpamaan dan perlambang. Manusia memiliki keimanan. Itulah sebabnya, manusia mempunyai potensi yang positif dan negatif.
Potensi Manusia
Manusia dicipta dalam sebaik-baik kejadian. Itulah sebabnya, manusia mempunyai potensi positif. Penciptaan manusia bermula dari 200—400 juta sperma berebut satu sel telur. Seandainya mereka sebesar manusia, mereka berenang 14 km. Yang tersisa tinggal 15 sel. Ketika mereka masuk, tinggal lima. Dari lima itu hanya satu yang berhasil bersatu dengan sel telur. Mana ada kompetisi yang melibatkan 200—400 juta peserta dengan pemenang satu orang. Kita adalah juara! Hebatnya, dari satu sel yang telah bersatu ini, akan berkembang menjadi milyaran sel di dalam rahim. Dan dari satu sel ini, perkembangannya tidak ada yang keliru bentuk dan tempatnya. Mata telinga, kaki, tangan, kepala, kaki, jantung, hati, usus, rambut, tidak pernah salah tempat dan perkembangan. Tidak ada yang saling tertukar. Apakah kita yang mengaturnya? Apakah kita bisa memesannya? Di mana kekuasaan kita?
Akal manusia memiliki 150 milyar sel lebih. Dr. Michael R. Anastasio dari Universitas Harvard menegaskan bahwa untuk menghitung jumlah sel dalam otak dibutuhkan waktu lebih dari lima ribu tahun. Akal manusia lebih cepat daripada cahaya. Ia mempunyai kemampuan menyimpan lebih dari 2.000.000 informasi dalam satu detik.
Mata memiliki kemampuan membedakan lebih dari 10.000.000 warna dengan cepat. Penciuman memiliki kemampuan mengenal lebih dari 50.000 jenis bau-auan dalam tempo yang singkat. Pengecap mampu mengindra benda dingin, hangat, manis, pahit, dll. Jantung berdegup lebih dari 100.000 kali setiap hari. Jika energi manusia dialirkan ke satu negara, maka dapat menghidupkan listrik selama satu minggu.
Manusia merupakan ciptaan  yang terbaik karena manusia dibekali dengan fuad dan akal pikiran. Dengan akal pikiran manusia dapat mewariskan sejarah budayanya kepada generasi selanjutnya. Dengan akal pikiran manusia dapat mempelajari kegagalan dan keberhasilan generasi-generasi zaman dahulu. Juga dapat memetik hikmah dari orang atau bangsa lain. Tapi kejadian yang disebut terbaik ini, tak ada artinya bila manusia tidak beriman dan beramal salih. Iman dan amal salih merupakan syarat standar bagi kehidupan manusia. Iman dan amal salih tidak dapat dipisahkan. Yang satu dengan yang lain saling menopang, melengkapi, dan terkait. Iman semu belaka bila tidak ada wujudnya dalam amal salih. Dan, amal salih tidak akan tegak bila tidak dilandasi iman (Chodjim, 2004:111).
Iman tidak dapat dilepaskan dari rasa aman yang dihasilkan dari iman. Apabila belum ada rasa aman yang dihasilkan, ini berarti belum ada iman. Manusia beriman juga merupakan manusia yang amin. Manusia yang dapat dipercaya! Dan pada manusia berimanlah seyogyanya suatu amanat dipercayakan. Dan, aman, amin, serta amanat itu secara nyata ada bila keimanan diwujudkan dalam amal salih. Dan, amal salih pun tidak sekedar berwujud ritual. Amal salih adalah tindakan yang didasarkan atas bekerjanya hukum alam. Jadi, orang yang beramal salih tidak mungkin melanggar hukum Allah yang telah ditanam di alam raya ini (Chodjim, 2004:111—112). Manusia mempunyai berbagai kecerdasan.
Selain potensi positif, manusia juga mempunyai potensi negatif. Potensi negatif manusia tampak pada manusia yang pada hakikatnya menderita kerugian, mudah terjerumus kedzoliman dan kemunkaran; berkeluh kesah, mengeluh, dan kikir; tergesa-gesa dan terburu nafsu; serta melampaui batas. (MM) baca artikel terbaik lainnya

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…