Skip to main content

Hubungan Proses Belajar dengan Penerimaan Informasi

Pepatah seorang ulama kharismatik yang pernah dimiliki banga Indonesia, Prof. Hamka; “Alam terkembang dapat menjadi guru”. Alam adalah dunia yang ada di sekitar kita akan menyampaikan informasi, berupa gejala-gejala, dan tanda-tanda yang dapat kita simpan di dalam otak kita, dan dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari, banyak informasi yang berlalu begitu saja karena ketidak kesadaran, dan tidak aktifnya memori kerja kita, hanya sebagian kecil informasi yang dapat menjadi pengetahuan dan menyatu dengan pengetahuan sebelumnya di dalam memori jangka panjang.
Memori kerja di atas, adalah memori jangka pendek yang berfungsi sebagai pengolah informasi dari luar dan meneruskan atau hadir dalam kesadaran seseorang, karena rangsangan dari pengetahuan yang ada dalam diri seseorang. Contohnya; Mahasiswa yang sedang mengikuti kuliah dengan dosen, seketika mereka mendengar suara benturan di jalan raya, bahwa suatu itu adalah benturan kendaraan bermotor, yang memberi kepastian suara tersebut adalah pengetahuan yang sudah ada pada anda, bahwa bunyi seperti itu jelas benturan kendaraan, manakala anda tidak memiliki pengetahuan sebelumnya, anda tidak akan mengerti benturan apa yang terjadi di jalan raya tersebut. Dengan demikian memori jangka pendek adalah memproses kerjasama informasi dari luar dengan pengetahuan relevan yang ada.
Pengetahuan awal yang hadir dalam diri sseseorang berada dalam keadaan siaga, apabila ada rangsangan informasi dari luar, rangsangan dari dalam meresponnya, keduanya besentuhan dan terangkat ke memori kerja dan menjadi alam kesadaran, aktivitas ini menjadi informasi baru dalam alam sadar. Seperti mahasiswa yang mengikuti kuliah statisktik, mereka memiliki pengetahuan menambah, mengurangi, membagi diaktifkan atau dihubungkan dengan materi yang baru, proses seperti ini disebut proses kesadaran yang terjadi dalam kesadaran kita.
Informasi baru yang membuat seseorang tertarik dengannya, adalah peran aktif pengetahuan yang telah ada. Belajar adalah proses seseorang menerima informasi baru. Perolehan pengetahaun baru merupakan dukungan atau aktivitas pengetahuan yang telah da pada diri seseorang.
Menurut Ausubel (1968) dalam teori bermaknanya menjelaskan bahwa belajar merupakan proses mengaitkan informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. Dimana kita tidak tahu bagaimana mekanisme kita dapat tersimpan dalam otak, menurut ahli dalam penyimpanan informasi melibat banyak sel. Dengan berlangsungnya belajar, dihasilkan perubahan-perubahan dalam sel-sel otak, terutama sel-sel yang menyimpan informasi (Yamin, 2005:103).
Peristiwa psikologi tentang belajar bermakna menyangkut asimilasi informasi baru pada pengetahaun yang telah ada dalam strutur kognitif seseorang. Dalam belajar bermakna informasi baru diasimilasikan dengan subsumber-subsumber relevan yang telah ada dalam struktur kognitif, dan mengakibatkan pertumbuhan dan modifikasi subsumber-subsumber yang ada, dan sesuai dengan pengalaman yang telah diperdapat seseorang.
Menurut Gagne (1985) informasi dalam energi fisik (tulisan, bunyi, ucapan, tekanan untuk sentuhan, dan lain-lain)  diterima oleh reseptor yang peka terhadap energi dalam bentuk tertentu. Reseptor-reseptor ini mengirimkan tanda-tanda dalam bentuk impuls-impuls elektrokimia, ke otak. Kemudian impuls-impuls saraf dari reseptor masuk ke suatu registor pengindera yang terdapat dalam sistem saraf pusat. Informasi pengindera disimpan dalam sistem saraf pusat dalam waktu yang singkat sekali. Selanjutnya sebagian kecil informasi tadi hilang dari sistem. Proses selanjutnya melalui mekanisme persepsi selektif, ia akan menyeleksi informasi-informasi sesuai dengan persepsi; pengetahuan awal, keyakinan, dan pengharapan. Tatkala informasi dapat diterima dengan pengkodean, kemudian tersimpan dalam memori jangka panjang. Memori jangka panjang menyimpan informasi dalam jangka lama (Yamin, 2005:103). (MM) baca artikel terbaik lainnya

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…