Skip to main content

Karakteristik dan Prinsip PTK Penelitian Tindakan Kelas

Sebagai paradigma sebuah penelitian tersendiri, jenis PTK memiliki karakteristik yang relatif agak berbeda jika dibandingkan dengan jenis penelitian yang lain, misalnya penelitian naturalistik, eksperimen survei, analisis isi, dan sebagainya. Jika dikaitkan dengan jenis penelitian yang lain PTK dapat dikategorikan sebagai jenis penelitian kualitatif dan eksperimen. PTK dikatagorikan sebagai penelitian kualitatif karena pada saat data dianalisis digunakan pendekatan kualitatif, tanpa ada perhitungan statistik. Dikatakan sebagai penelitian eksperimen, karena penelitian ini diawali dengan perencanaan, adanya perlakuan terhadap subjek penelitian, dan adanya evaluasi terhadap hasil yang dicapai sesudah adanya perlakuan. Ditinjau dari karakteristiknya, PTK setidaknya memiliki karakteristik antara lain: (1) didasarkan pada masalah yang dihadapi guru dalam instruksional; (2) adanya kolaborasi dalam pelaksanaannya; (3) penelitian sekaligus sebagai praktisi yang melakukan refleksi; (4) bertujuan memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas praktek instruksional; (5) dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan beberapa siklus.
Prinsip Penelitian Tindakan Kelas
Agar penelitian memperoleh informasi atau kejelasan yang lebih baik dan benar tentang penelitian tindakan, maka perlu kiranya memahami berbagai prinsip-prinsip dalam penelitian tindakan. Pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip penelitian tindakan kelas akan membantu penelitian tindakan kelas menjadi bermutu. Di sisi lain peneliti akan mudah dalam melakukan penelitian tindakan kelas. Diantara prinsip-prinsip penelitian tindakan adalah :
Kegiatan Nyata dalam Situasi Rutin tanpa ada kesan mengganggu kegiatan yang selama ini telah dilakukan. Dengan adanya penelitian tindakan tanpa mengubah kerja rutinitas maka, dimungkinkan hasilnya akan baik, tetapi jika suasana rutin diganti dengan waktu atau suasana yang lain maka penelitian diragukan akan berhasil dengan baik. Artinya adalah penelitian tindakan kelas tidak perlu membutuhkan waktu khusus, karena hal itu akan menganggu proses pembelajaran yang sudah dilakukan secara rutin, di sisi lain, kalau sampai terjadi guru melakukan penelitian tindakan berulang-ulang maka akan menggangggu dan merepotkan kepala sekolah. Penelitian tindakan kelas hendaknya berhubungan dengan profesinya sebagai seorang guru.
Adanya Kesadaran Diri Untuk Memperbaiki Kinerja. Penelitian tindakan kelas hendaknya didasari keinginan untuk sesuatu yang lebih baik. Penelitian yang akan dilakukan hendaknya mempunyai arah dan tujuan yang pasti terutama dalam upaya memperbaiki kenarja dalam pembelajaran. Dan upaya untuk menuju yang lebih baik hendaknya dilakukan secara terus menerus. Di sisi lain, penelitian tindakan kelas hendaknya dilakukan tanpa unsur paksaan, atau terpaksa melakukan penelitian tersebut. Artinya adalah dalam melakukan penelitian tindakan kelas,  guru menyadari ada kekurangan dalam dirinya.
.Upaya Empiris Sistematis.  Prinsip ini adalah aplikasi dari prinsip SWOT, jika seorang guru telah melakukan penelitian tindakan kelas, hendaknya mengikuti prinsip-prinsip dan sistemik, empirik. Di samping itu guru hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip penelitian tindakan. selain itu, peneliti hendaknya memahami pembelajaran sebagai sebuah system, sehingga akan mempudah dalam proses keterkaitan antara prinsip-prinsip, empiris dan sistemik berhubungan dengan keseluruhan sistem. (MM) baca artikel terbaik lainnya

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…