Saturday, June 14, 2014

Keuntungan dan Kelemahan Metode Diskusi

Beberapa keuntungan dan kelemahan metode diskusi adalah sebagai berikut :
Keuntungan metode diskusi
a) Hasil keputusan kelompok diskusi lebih kaya ( besar dari berbagai sumber), dari hasil pemikiran individu.
b) Anggota kelompok diskusi sering dimotivasi oleh kehadiran anggota kelompok lain.
c) Anggota kelompok lebih merasa terikat melaksanakan keputusan kelompok sebagai hasil dari kegiatan diskusi, karena mereka terlibat di dalam proses pengambilan keputusan.
d) Diskusi kelompok dapat meningkatkan pemahaman terhadap diri sendiri maupun pemahaman terhadap orang lain (meningkatkan kemampuan individu untuk berinteraksi).
Kelemahan metode diskusi
a) Diskusi kelompok memerlukan waktu yang lebih banyak dari pada cara belajar biasa.
b) Dapat memboroskan waktu, terutama jika terjadi hal-hal yang negatif, seperti pengarahan yang kurang tepat, pembicaraan yang berlarut-larut, penyimpangan yang tidak ditegur, penampilan yang kurang baik.
c) Anggota yang pendiam atau pemalu sering tidak mendapat kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya, akibatnya ia menarik diri atau frustasi.
d) Jika pimpinan kelompok kurang bijaksana diskusi akan didominasi oleh orang-orang tertentu.
Keingintahuan peserta didik (siswa) terhadap materi-materi atau hal-hal baru dari metode yang diterapkan pembimbing harus mendorong keterlibatan siswa dalam metode diskusi sehingga proses belajar mengajar akan berfungsi dan mencapai tujuan pembelajaran. Metode diskusi inilah yang merupakan salah satu cara pembelajaran aktif. Belajar aktif inilah yang mengandung inplikasi berbagai kiat untuk menumbuhkan kemampuan aktif pada diri siswa dan menggali potensi siswa serta guru untuk bersama-sama berkembang dan berbagi pengetahuan, ketrampilan, serta pengalaman.
Hal-hal Yang Perlu Dihindari Dalam Metode Diskusi
Agar pelaksanaan diskusi mampu memberikan keuntungan yang maksimal, baik bagi guru maupun peserta didik sendiri, maka ada beberapa hal yang perlu dihindari dalam metode diskusi ini, yaitu sebagai berikut :
1. menyelenggarakan diskusi dengan topik yang tidak sesuai dengan minat dan latar belakang pengetahuan siswa.
2. mendominasi pembicaraan dengan pertanyaan yang terlampau banyak dan jawaban yang banyak pula.
3. membiarkan siswa tertentu saja yang memonopoli pembicaraan.
4. membiarkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan atau pembicaraan yang tidak relevan.
5. tergesa-gesa meminta respon siswa atau terus mengawasi waktu dengan berbicara, siswa tidak sempat berfikir.
6. membiarkan siswa yang enggan berpartisipasi.
7. tidak memperjelas atau mendukung usulan siswa.
8. gagal mengakhiri diskusi secara efektif.
Untuk itu, maka ketrampilan seorang guru hendaknya harus diperhatikan, seperti merumuskan tujuan pada awal diskusi, menyatakan masalah-masalah khusus, mencatat dengan cermat perubahan-perubahan yang tidak relevan, serta merangkum hasil pembicaraan pada tahap-tahap tertentu sebelum melanjutkan dengan masalah-masalah berikutnya. Disisi lain, pemimpin diskusi harus dapat menyampaikan ide yang kurang jelas untuk menghilangkan suasana yang tegang dalam diskusi. Dengan memperjelas ide, maka semua peserta diskusi mendapat gambaran yang sama tentang apa yang dikemukakan, dan juga membantu mengembangkan kemampuan berfikir siswa. (MM) baca artikel terbaik lainnya

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...