Skip to main content

Keuntungan dan Kelemahan Metode Diskusi

Beberapa keuntungan dan kelemahan metode diskusi adalah sebagai berikut :
Keuntungan metode diskusi
a) Hasil keputusan kelompok diskusi lebih kaya ( besar dari berbagai sumber), dari hasil pemikiran individu.
b) Anggota kelompok diskusi sering dimotivasi oleh kehadiran anggota kelompok lain.
c) Anggota kelompok lebih merasa terikat melaksanakan keputusan kelompok sebagai hasil dari kegiatan diskusi, karena mereka terlibat di dalam proses pengambilan keputusan.
d) Diskusi kelompok dapat meningkatkan pemahaman terhadap diri sendiri maupun pemahaman terhadap orang lain (meningkatkan kemampuan individu untuk berinteraksi).
Kelemahan metode diskusi
a) Diskusi kelompok memerlukan waktu yang lebih banyak dari pada cara belajar biasa.
b) Dapat memboroskan waktu, terutama jika terjadi hal-hal yang negatif, seperti pengarahan yang kurang tepat, pembicaraan yang berlarut-larut, penyimpangan yang tidak ditegur, penampilan yang kurang baik.
c) Anggota yang pendiam atau pemalu sering tidak mendapat kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya, akibatnya ia menarik diri atau frustasi.
d) Jika pimpinan kelompok kurang bijaksana diskusi akan didominasi oleh orang-orang tertentu.
Keingintahuan peserta didik (siswa) terhadap materi-materi atau hal-hal baru dari metode yang diterapkan pembimbing harus mendorong keterlibatan siswa dalam metode diskusi sehingga proses belajar mengajar akan berfungsi dan mencapai tujuan pembelajaran. Metode diskusi inilah yang merupakan salah satu cara pembelajaran aktif. Belajar aktif inilah yang mengandung inplikasi berbagai kiat untuk menumbuhkan kemampuan aktif pada diri siswa dan menggali potensi siswa serta guru untuk bersama-sama berkembang dan berbagi pengetahuan, ketrampilan, serta pengalaman.
Hal-hal Yang Perlu Dihindari Dalam Metode Diskusi
Agar pelaksanaan diskusi mampu memberikan keuntungan yang maksimal, baik bagi guru maupun peserta didik sendiri, maka ada beberapa hal yang perlu dihindari dalam metode diskusi ini, yaitu sebagai berikut :
1. menyelenggarakan diskusi dengan topik yang tidak sesuai dengan minat dan latar belakang pengetahuan siswa.
2. mendominasi pembicaraan dengan pertanyaan yang terlampau banyak dan jawaban yang banyak pula.
3. membiarkan siswa tertentu saja yang memonopoli pembicaraan.
4. membiarkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan atau pembicaraan yang tidak relevan.
5. tergesa-gesa meminta respon siswa atau terus mengawasi waktu dengan berbicara, siswa tidak sempat berfikir.
6. membiarkan siswa yang enggan berpartisipasi.
7. tidak memperjelas atau mendukung usulan siswa.
8. gagal mengakhiri diskusi secara efektif.
Untuk itu, maka ketrampilan seorang guru hendaknya harus diperhatikan, seperti merumuskan tujuan pada awal diskusi, menyatakan masalah-masalah khusus, mencatat dengan cermat perubahan-perubahan yang tidak relevan, serta merangkum hasil pembicaraan pada tahap-tahap tertentu sebelum melanjutkan dengan masalah-masalah berikutnya. Disisi lain, pemimpin diskusi harus dapat menyampaikan ide yang kurang jelas untuk menghilangkan suasana yang tegang dalam diskusi. Dengan memperjelas ide, maka semua peserta diskusi mendapat gambaran yang sama tentang apa yang dikemukakan, dan juga membantu mengembangkan kemampuan berfikir siswa. (MM) baca artikel terbaik lainnya

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…