Skip to main content

Lembar Kerja dalam Pembelajaran

1. Pengertian
Lembar Kerja (LK)  dapat dianggap sebagai suatu media atau alat pembelajaran, karena digunakan guru sebagai perantara dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan instruksional khusus atau tujuan pembelajaran khusus. Lembar kerja diartikan sebagai “Lembar kerja yang berisi informasi dan perintah/instruksi dari guru kepada siswa untuk melakukan suatu kegiatan belajar dalam bentuk kerja, praktik, atau dalam bentuk penerapan hasil belajar untuk mencapai suatu tujuan.
Lembar kerja berfungsi untuk meningkatkan keterlibatan siswa atau aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Mengajar dengan menggunakan LK mengubah kondisi belajar dari suasana “guru sentris” berubah menjadi “siswa sentris” (kondisi seperti ini memberi peluang kepada siswa untuk memperoleh informasi dari berbagai sumber, misalnya dari perpustakaan, dari luar sekolah, atau dapat juga dari pengamatannya sendiri dari lapangan. Selain itu LK dapat juga digunakan untuk mengembangkan keterampilan proses, mengembangkan sikap ilmiah, serta membangkitkan minat siswa terhadap lingkungan alam sekitarnya. Yang tidak kalah penting adalah memudahkan guru memantau keberhasilan siswa untuk mencapai sasaran/tujuan belajar. Terkait dengan hal itu maka LK tersebut selalu dilampirka pada RPP.

2. Cara Membuat LK yang Baik
LK yang baik haruslah memenuhi berbagai persyaratan misalnya syarat didaktik dan syarat konstruksi. Terkait dengan syarat-syarat yang dimaksudkan dipaparkan berikut ini.

a. Syarat- syarat Didaktik
LK sebagai salah satu bentuk sarana berlangsungnya proses pembelajaran perlu memenuhi persyaratan didaktik, artinya perlu mengikuti azas-azas pembelajaran yang efektif, yaitu seperti yang dipaparkan berikut ini.
• Memperhatikan adanya perbedaan individual, sehingga LK yang baik adalah LK yang dapat digunakan oleh siswa yang lamban, sedang, maupun yang pandai
• Ditekankan pada proses untuk menemukan konsep-konsep, sehingga LK di sini berfungsi sebagai petunjuk jalan bagi siswa untuk mencari tahu
• Memiliki variasi stimulus melalui berbagai media dan kegiatan siswa
• Dapat mengembangkan kemampuan komunikasi sosial, emosional, moral, dan estetika pada diri anak
• Pengalaman belajarnya ditentukan oleh tujuan pengembangan pribadi siswa (intelektual, emosional dan sebagainya), dan bukan ditentukan oleh materi bahan pelajaran.

b. Syarat-syarat Konstruksi
Syarat konstruksi diartikan sebagai syarat-syarat yang berkenaan dengan penggunaan bahasa, susunan kalimat, kosa-kata, tingkat kesukaran, dan kejelasan yang pada hakikatnya haruslah tepat guna (dapat dimengerti) oleh pihak pengguna yaitu siswa. Syarat-syarat konstruksi meliputi yang disebut di bawah ini.
• Menggunakan bahasa yang sesuai dengan tingkat kedewasaan anak
• Menggunakan struktur kalimat yang jelas
• Memiliki tata urutan pelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan anak
• Hindarkan pertanyaan yang terlalu terbuka
• Tidak mengacu pada buku sumber yang di luar kemampuan keterbacaan siswa
• Menyediakan ruangan yang cukup untuk memberi keleluasaan pada siswa untuk menulis maupun menggambarkan pada LK
• Menggunakan kalimat yang sederhana dan pendek
• Dapat digunakan bagi anak-anak yang lamban maupun yang cepat
• Memiliki tujuan belajar yang jelas serta manfaat dari pelajaran itu, sebagai sumber motivasi
• Mempunyai identitas untuk memudahkan administrasinya. (MM) baca artikel pendidikan terkait

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…