Skip to main content

Macam-macam Supervisi Kelas

Macam-macam Supervisi
Sanyoto (2009) menyatakan bahwa supervisi untuk meningkatkan mutu pendidikan oleh pengawas ada dua macam, yaitu supervisi manajerial dan supervisi akademik. Kedua supervisi tersebut secara rinci dijelaskan sebagai berikut:
a. Supervisi Manajerial, meliputi:
1) Supervisi manajemen sekolah
Menurut Juknis Akreditasi SD/MI (2008:14), Kompetensi Manajemen Sekolah yang dilaksanakan sekolah meliputi:
a) Menyusun perencanaan jangka panjang, jangka menengah dan perencanaan jangka pendek.
b) Mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan.
c) Memimpin sekolah dalam rangka pendayagunaan sumber daya sekolah secara optimal.
d) Mengelola perubahan dan pengembangan sekolah menuju organisasi pembelajaran yang efektif.
e) Menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran siswa.
f) Mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal.
g) Mengelola sarana dan prasarana sekolah dalam rangka pendayagunaan secara optimal.
h) Mengelola siswa dalam rangka penerimaan siswa baru dan penempatan kapasitas siswa.
i) Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan pembelajaran sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
j) Mengelola   keuangan    sekolah   sesuai  dengan prinsip pengelolan yang akuntabel, transparan, dan efisien.
k) Mengelola administrasi sekolah dalam mendukung pencapaian tujuan sekolah.
l) Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah.
2) Supervisi kinerja kepala sekolah
Dalam supervisi kinerja kepala sekolah ini dititik beratkan pada tugas pokok dan fungsi kepala sekolah. Menurut Juknis Akreditasi SD/MI (2008:36), Tupoksi Kepala Sekolah meliputi:
a) Menjabarkan visi ke dalam misi target mutu.
b) Merumuskan tujuan dan target mutu yang akan dicapai.
c) Membuat rencana kerja strategis dan rencana kerja tahunan untuk pelaksanaan peningkatan mutu.
d) Melibatkan guru dan komite sekolah dalam pengambilan keputusan penting sekolah.
e) Bertanggung jawab dalam membuat keputusan anggaran sekolah.
f) Bertanggung jawab atas perencanaan partispatif mengenai pelaksanaan kurikulum.
g) Merumuskan program dan melaksanaan supervisi, serta memanfaatkan hasil supervisi untuk meningkatkan kinerja sekolah.
h) Memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi, dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
i) Melaksanakan pembelajaran sama dengan guru.
j) Menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif bagi siswa.
b. Supervisi Akademik, meliputi:
1) Supervisi kelas dalam pelaksanaan pembelajaran
Supervisi kelas dalam pelaksanaan pembelajaran (Depdiknas, 2007:2) meliputi:
a) Kegiatan Awal Pembelajaran
(1) Mempersiapkan siswa untuk belajar.
(2) Melakukan kegiatan apersepsi.
b) Kegiatan Inti Pembelajaran
(1) Penguasaan materi pelajaran, meliputi: menunjukkan penguasaan materi pelajaran, mengaitkan materi dengan pengetahuan lain yang relevan, menyampaikan mataeri dengan jelas, dan mengaitkan materi dengan realitas kehidupan.
(2) Pendekatan / strategi pembelajaran, meliputi: melaksanakan pembelajaran sesuai dengan tujuan, melaksanakan pembelajaran secara runtut, menguasai kelas, melaksanakan pembelajaran yang bersifat kontekstual, melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu.
(3) Pemanfaatan sumber belajar / media pembel;ajaran, meliputi: menggunakan media secara efektif dan efisien, menghasilkan pesan yang menarik, dan melibatkan siswa dalam pemanfaatan media.
(4) Pembelajaran yang memicu dan memelihara keterlibatan siswa, meliputi: menumbuhkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran, menunjukkan sikap terbuka terhadap respon siswa, dan menumbuhkan keceriaan dan antusiassiswa dalam belajar.
(5) Penilaian proses dan hasil belajar, meliputi: memantau kemajuan belajar selama proses dan melaksanakan penilaian akhir sesuai dengan kompetensi.
(6) Penggunaan bahasa, meliputi: menggunakan bahasa lisan dan tulis secara jelas, baik dan benar, menyampaikan pesan dengan gaya yang sesuai.
c) Penutup
(1) Melakukan refleksi atau membuat rangkuman melibatkan siswa.
(2) Melaksanakan tindak lanjut dengan perbaikan dan pengayaan.
2) Supervisi terapi dalam membimbing mengatasi kesulitan guru dalam Pembelajaran
Kesulitan yang dihadapi guru dalam melaksanakan tugas, meliputi:
a) Penyusunan Program Tahunan (Prota).
b) Penyusunan Program Semester (Promes).
c) Penyusunan Silabus.
d) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
e) Pelaksanaan Pembelajaran.
f) Penyusunan Analisis hasil belajar.
Dari beberapa macam supervisi di atas, supervisi yang dilaksanakan dalam penelitian ini adalah supervisi akademik, yakni supervisi kelas. Karena supervisi kelas merupakan supervisi yang relevan untuk meningkatkan prestasi guru dalam pelaksanaan pembelajaran. (MM) baca artikel terbaik lainnya

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…