Friday, June 20, 2014

Melibatkan Siswa dalam Pembelajaran Matematika

Ketakutan-ketakukan terhadap pelajaran matematika sebenarnya berlebihan, namun dapat dimaklumi dikarenakan pengalaman-pengalaman yang kurang menyenangkan pada waktu sekolah serta kurangnya informasi-informasi atau pengakuan bahwa matematika merupakan ilmu pengetahuan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu kebanyakan guru dalam mengajar masih kurang memperhatikan kemampuan berpikir siswa, atau dengan kata lain tidak melakukan pengajaran bermakna, metode yang digunakan kurang bervariasi, dan sebagai akibatnya motivasi belajar siswa menjadi sulit ditumbuhkan dan pola belajar cenderung menghafal dan mekanistis. Selain itu, khususnya guru belum memahami tentang apa matematika dan bagaimana matematika itu. Jika guru dapat memahami apa dan bagaimana matematika, tentunya dapat dipakai sebagai wahana membelajarkan siswa.
Matematika sebagai ilmu yang berguna dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat antara lain:
a) dalam membangun gedung terutama gedung bertingkat memerlukan perhitungan-perhitungan yang cermat agar bangunan selesai dalam waktu yang tepat dan tidak roboh serta dalam mendesain bentuk bangunan memerlukan ilmu geometri sehingga menghasilkan bentuk bangunan yang menarik dan indah;
b) peristiwa jual beli memerlukan cabang matematika yaitu aritmatika sosial,
c) mengukur tingkat kepadatan penduduk memerlukan logaritma,
d) menggambar bentuk model dengan benda atau obyek yang sebenarnya, atau menggambar peta dengan skala memerlukan materi kesebangunan,
e) belajar disiplin ilmu yang lainnya tentu ada yang berkaitan dengan matematika., dan lain sebagianya.
Kegunaan – kegunaan tersebut tidak dapat dilihat secara langsung, misalnya perhitungan-perhitungan untuk mengerjakan gedung bertingkat dalam waktu tertentu dengan jumlah pekerja, perhitungan-perhitungan perbandingan bahan-bahan serta desain bangunan agar tidak roboh, seorang ahli bedah memperhitungkan berapa lama proses pembedahan agar pasien tidak kehilangan darah terlalu banyak atau lainya. Yang dapat dilihat secara langsung adalah hasilnya misalnya gedungnya telihat megah dan artistik, pasien dengan selamat dioperasi, sehingga siswa cenderung mempunyai cita-cita sebagai arsitek, ahli teknik sipil, dokter, yang bersifat terapan disbanding memilih cita-cita sebagai matematikawan.
Dari melihat kegunaan-kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari, tentunya masyarakat khususnya siswa diharapkan “mencintai” atau menyukai pelajaran matematika dan enjoy saat mengikuti pembelajaran di sekolah.
Menurut NCTM (National Council of Teachers of Mathematics) tahun 2000 dalam John. A. Van De Walle alih bahasa suyono (2008) mengatakan beberapa hal:
1. Mengajar matematika yang efektif memerlukan pemahaman tentang apa yang siswa ketahui dan diperlukan untuk belajar kemudian memberi tantangan dan mendukung mereka untuk mempelajarinya dengan baik.
2. Siswa harus belajar matematika dengan pemahaman, secara aktif membangun pengetahuan baru dari pengalaman dan pengetahuan sebelumnya.
3. Penilaian harus mendukung pembelajaran matematika yang penting dalam memberikan informasi yang berguna bagi guru dan siswa.
4. teknologi penting dalam belajar dan mengajar matematika, teknologi mempengaruhi matematika yang diajarkan dan meningkatkan proses belajar siswa.
Hal-hal tersebut di atas, memberikan gambaran bahwa untuk mencapai pendidikan matematika yang berkualitas tinggi guru harus memahami secara mendalam matematika yang diajarkan, memahami bagaimana siswa belajar matematika, termasuk didalamnya mengetahui perkembangan matematika siswa secara individual, memilih tugas-tugas dan strategi yang akan meningkatkan mutu proses pengajaran, tugas guru adalah mendorong siswanya berpikir, bertanya, menyelesaikan soal, dan mendiskusikan ide-ide, strategi dan penyelesaiannnya. (MM) baca artikel terbaik lainnya

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...