Skip to main content

Melibatkan Siswa dalam Pembelajaran Matematika

Ketakutan-ketakukan terhadap pelajaran matematika sebenarnya berlebihan, namun dapat dimaklumi dikarenakan pengalaman-pengalaman yang kurang menyenangkan pada waktu sekolah serta kurangnya informasi-informasi atau pengakuan bahwa matematika merupakan ilmu pengetahuan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu kebanyakan guru dalam mengajar masih kurang memperhatikan kemampuan berpikir siswa, atau dengan kata lain tidak melakukan pengajaran bermakna, metode yang digunakan kurang bervariasi, dan sebagai akibatnya motivasi belajar siswa menjadi sulit ditumbuhkan dan pola belajar cenderung menghafal dan mekanistis. Selain itu, khususnya guru belum memahami tentang apa matematika dan bagaimana matematika itu. Jika guru dapat memahami apa dan bagaimana matematika, tentunya dapat dipakai sebagai wahana membelajarkan siswa.
Matematika sebagai ilmu yang berguna dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat antara lain:
a) dalam membangun gedung terutama gedung bertingkat memerlukan perhitungan-perhitungan yang cermat agar bangunan selesai dalam waktu yang tepat dan tidak roboh serta dalam mendesain bentuk bangunan memerlukan ilmu geometri sehingga menghasilkan bentuk bangunan yang menarik dan indah;
b) peristiwa jual beli memerlukan cabang matematika yaitu aritmatika sosial,
c) mengukur tingkat kepadatan penduduk memerlukan logaritma,
d) menggambar bentuk model dengan benda atau obyek yang sebenarnya, atau menggambar peta dengan skala memerlukan materi kesebangunan,
e) belajar disiplin ilmu yang lainnya tentu ada yang berkaitan dengan matematika., dan lain sebagianya.
Kegunaan – kegunaan tersebut tidak dapat dilihat secara langsung, misalnya perhitungan-perhitungan untuk mengerjakan gedung bertingkat dalam waktu tertentu dengan jumlah pekerja, perhitungan-perhitungan perbandingan bahan-bahan serta desain bangunan agar tidak roboh, seorang ahli bedah memperhitungkan berapa lama proses pembedahan agar pasien tidak kehilangan darah terlalu banyak atau lainya. Yang dapat dilihat secara langsung adalah hasilnya misalnya gedungnya telihat megah dan artistik, pasien dengan selamat dioperasi, sehingga siswa cenderung mempunyai cita-cita sebagai arsitek, ahli teknik sipil, dokter, yang bersifat terapan disbanding memilih cita-cita sebagai matematikawan.
Dari melihat kegunaan-kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari, tentunya masyarakat khususnya siswa diharapkan “mencintai” atau menyukai pelajaran matematika dan enjoy saat mengikuti pembelajaran di sekolah.
Menurut NCTM (National Council of Teachers of Mathematics) tahun 2000 dalam John. A. Van De Walle alih bahasa suyono (2008) mengatakan beberapa hal:
1. Mengajar matematika yang efektif memerlukan pemahaman tentang apa yang siswa ketahui dan diperlukan untuk belajar kemudian memberi tantangan dan mendukung mereka untuk mempelajarinya dengan baik.
2. Siswa harus belajar matematika dengan pemahaman, secara aktif membangun pengetahuan baru dari pengalaman dan pengetahuan sebelumnya.
3. Penilaian harus mendukung pembelajaran matematika yang penting dalam memberikan informasi yang berguna bagi guru dan siswa.
4. teknologi penting dalam belajar dan mengajar matematika, teknologi mempengaruhi matematika yang diajarkan dan meningkatkan proses belajar siswa.
Hal-hal tersebut di atas, memberikan gambaran bahwa untuk mencapai pendidikan matematika yang berkualitas tinggi guru harus memahami secara mendalam matematika yang diajarkan, memahami bagaimana siswa belajar matematika, termasuk didalamnya mengetahui perkembangan matematika siswa secara individual, memilih tugas-tugas dan strategi yang akan meningkatkan mutu proses pengajaran, tugas guru adalah mendorong siswanya berpikir, bertanya, menyelesaikan soal, dan mendiskusikan ide-ide, strategi dan penyelesaiannnya. (MM) baca artikel terbaik lainnya

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…