Skip to main content

Mempraktekkan Hal-hal Supranatural

Mempraktekkan magic atau hal-hal supranatural tidak akan berdosa sejauh Anda menggunakannya untuk kebaikan dan tidak bersumber dari ‘Yang Jahat’ (roh jahat, setan, iblis, dan mahluk kegelapan lainnya).

Mungkin Anda pernah melihat atau mendengar, para kaum rohaniawan yang mendoakan orang yang sakit, dan orang yang didoakan tersebut perlahan-lahan sembuh. Kesembuhan yang tidak spontan, menandakan bahwa kesembuhan terjadi oleh karena adanya iman, bukan karena faktor turut campur LANGSUNG dari makhluk lain atau Tuhan.  Kesembuhan seperti ini boleh dikata juga karena atas PERIJINAN Tuhan. Jika Tuhan turut campur LANGSUNG, maka kesembuhan akan terjadi secara spontan (langsung sembuh total saat itu juga). Jadi, dengan cara berdoa, para rohaniawan ini telah mempraktekkan magic.

Perlu diingat juga, bahwa kondisi pikiran dan hati Anda juga memancarkan semacam energi ‘gaib’ dimana radiasinya akan mempengaruhi kesehatan Anda, orang-orang, dan makhluk lain di sekitar Anda. Jadi secara tidak sadar Anda juga telah mempraktekkan magic.

.

Mengapakah informasi ini relatif tidak dikenal? Majalah-majalah kedokteran lazimnya menolak, sampai akhir-akhir ini, untuk menerbitkan studi-studi mengenai penyembuhan. Salah satu alasan Benor melakukan tinjauan luas ini ialah untuk mengumpulkan rangkaian penelitian ini menjadi satu buku agar lebih mudah disurvei oleh masyarakat medis.

Temuan-temuan serupa telah dilihat pula pada studi-studi bertutup mata ganda yang dilakukan terhadap manusia. Nampaknya studi-studi bertutup mata ganda terkadang dapat dibelokkan ke arah yang sesuai dengan pikiran serta sikap para penelitinya. Barangkali ini menjelaskan mengapa para peneliti yang skeptis tampaknya tak sanggup mengulang temuan-temuan peneliti yang percaya, dan mengapa “mereka yang percaya sungguh-sungguh” tampaknya lebih mampu membawakan hasil-hasil positif. Keabsahan temuan-temuan percobaan berpuluh-puluh tahun dalam penelitian medis harus dinilai kembali apabila terbukti bahwa pikiran dapat “mengubah data-data ke arah berlawanan.”

Kita harus mempertimbangkan sifat “tak-dapat-diramalkan itu” dalam konteks. Sains menerima banyak fenomena yang sudah menjadi sifatnya tak dapat diramalkan, mulai dari elektron hingga gempa bumi. Kenyataan bahwa saat ini sedang terjadi hujan salju di luar rumah dan bahwa kantor meteorologi tidak meramalkanya, bukanlah berarti bahwa hujan salju itu sekarang tidak terjadi. Demikian juga kenyataan bahwa para penyembuh tidak sanggup bekerja secara teramalkan atau berdasarkan permintaan tidaklah berarti bahwa mereka tak sanggup menyembuhkan. Apa yang menyebabkan sifat tak-dapat-diramalkan tersebut? “Dugaan saya,” kata Benor, “ialah bahwa faktor-faktor yang  berubah-ubah seperti kebosanan, keyakinan dan kebutuhan para peserta membentuk hasil-hasilnya menjadi pola-pola yang teramati tersebut, ditambah dengan berbagai macam faktor luar.”  (MM) baca artikel terbaik lainnya

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…