Friday, June 20, 2014

Mengenal Prana dan Tubuh Prana

Prana merupakan inti dari pada cahaya yang dihasilkan sebuah tenaga (power). Prana bagi kebanyakan orang disebut sebagai cahaya yang tak ternampakan (visible night) atau sering dinamakan bias radiasi. Prana dalam wujud visible night sama halnya dalam sifatnya dengan cahaya yang nampak, yaitu memiliki frekwensi gelombang elektromagnetik yang mengalami pembiasan bila melalui medium. Medium hantar daripada pembiasaan salah satunya adalah sugesti proyeksi seseorang “penyembuh” didalam suatu obyek yang dituju melalui cakra - cakra. Sedangkan sebagian medium di alam semesta adalah bumi, matahari, udara, dan air, dimana sebagai percikan vitalitas prana dalam suatu medium.
Tubuh manusia secara spirit terdiri dari raga, jiwa dan roh. Raga dengan persatuan jiwa dan roh setiap manusia diselubungi oleh selimut tubuh energi bercahaya, yang disebut tubuh prana atau tubuh bioplasmik (tubuh kausal). Dari situlah terletak napas kehidupan manusia. Selimut energi tubuh manusia dikatakan hasil persatuan raga dengan jiwa dan roh, karena jiwa / spirit / pikiran letak penghubung dan menyatukan antara raga dengan roh manusia. Tubuh prana atau tubuh bioplasmik (tubuh kausal) bersemayam di dalam Jiwa manusia sebagai kekuatan hidup manusia. Bila Jiwa manusia tidak terdapat tubuh prana atau tubuh bioplasmik (tubuh kausal) maka Roh akan memisahkan daripada Raganya, karena energi untuk mempersatukan Roh di dalam Raga sudah tidak ada, artinya berhentinya kegiatan napas kehidupan manusia atau mati menjadi jasad.
Tubuh prana atau tubuh bioplasmik (tubuh kausal) memiliki bentuk serupa dengan tubuh raga manusia, memiliki hidung, mata, telinga ataupun tangan dan kaki yang sama. Di dalam istilah jawa disebut kembar kemayan atau saudara kembar, sedangkan di dalam istilah prana disebut tubuh kembar eterik (eterik- berasal dari kata ether, artinya tubuh yang tak terjangkau oleh ruang dan waktu, artinya tubuh yang memiliki sifat tanpa batas). Apabila tubuh prana atau tubuh bioplasmik (tubuh kausal) salah satu bagiannya rusak maka tubuh raga di dalam bagian itu juga rusak, disinilah hukum kepastian daripada penyembuhan prana.
Tubuh prana atau tubuh bioplasmik (tubuh kausal) yang bersemayam di dalam jiwa manusia berfungsi mempersatukan Raga dan Roh, memiliki arti yang tidak sederhana. Jiwa terhubung di dalam Raga. Raga memiliki kelengkapan organ jasmani berjalan sesuai tugasnya.
Mahluk hidup yang memiliki kelengkapan tubuh atau raga wadag, pasti memiliki susunan sel – sel yang teratur bentuk dan susunannya. Tumbuh- tumbuhan, hewan memiliki begitu juga manusia. Sel – sel merupakan persyaratan mahluk hidup untuk hidup di dunia wadag. Sel – sel mahluk hidup berwadag mempunyai kerangka kerja memproduksi inti energi yaitu, prana. Sel yang hidup akan memancarkan sinar cahaya dan bergetar. Dari sel – sel mahluk hidup berwadag inilah akan di katakan bahwa inti energi / prana diikat dan di produksi oleh sel – sel tersebut.
Sebagaimana tubuh jasmani merupakan suatu kumpulan zat. Tubuh manusia memiliki kelengkapan organ dengan segala kegiatannya, terdiri dari, dinding sel, protoplasma dan nucleus (inti sel), begitu juga dengan tubuh prana. Di dalam tubuh prana terdapat persenyawaan dengan zat cair, padat dan gas yaitu molekul yang terbentuk dari unsur – unsur atom, disebut plasma. Plasma terdiri dari molekul partikel zat cair, gas dan padat yang telah terionisasi oleh partikel - partikel atom negatif dan positif. Bagian daripada partikel – partikel tersebut adalah elektron, proton dan neutron dengan membawa ion positif dan negatif. Neutron dan proton terletak pada pusatnya. Pusat daripada atom adalah nukleus. Nukleus memiliki tenaga pancaran yang sangat besar, karena muatan negatif dan positif neutron dan proton yang terkandung di dalam nucleus itu sendiri. Ion - ion positif dan negatif disebut proton dan elektron. Elektron bertugas mengelilingi masing - masing nucleus, proton dan neutron secara tidak beraturan, sesuai jarum jam atau melawan jarum jam. Semakin padat ion – ion partikel elektron yang terkandung di dalam nucleus, maka semakin besar pula energi tarik atau tolak yang di dapat. (MM) baca artikel terbaik lainnya

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...