Skip to main content

Mengenal Prana dan Tubuh Prana

Prana merupakan inti dari pada cahaya yang dihasilkan sebuah tenaga (power). Prana bagi kebanyakan orang disebut sebagai cahaya yang tak ternampakan (visible night) atau sering dinamakan bias radiasi. Prana dalam wujud visible night sama halnya dalam sifatnya dengan cahaya yang nampak, yaitu memiliki frekwensi gelombang elektromagnetik yang mengalami pembiasan bila melalui medium. Medium hantar daripada pembiasaan salah satunya adalah sugesti proyeksi seseorang “penyembuh” didalam suatu obyek yang dituju melalui cakra - cakra. Sedangkan sebagian medium di alam semesta adalah bumi, matahari, udara, dan air, dimana sebagai percikan vitalitas prana dalam suatu medium.
Tubuh manusia secara spirit terdiri dari raga, jiwa dan roh. Raga dengan persatuan jiwa dan roh setiap manusia diselubungi oleh selimut tubuh energi bercahaya, yang disebut tubuh prana atau tubuh bioplasmik (tubuh kausal). Dari situlah terletak napas kehidupan manusia. Selimut energi tubuh manusia dikatakan hasil persatuan raga dengan jiwa dan roh, karena jiwa / spirit / pikiran letak penghubung dan menyatukan antara raga dengan roh manusia. Tubuh prana atau tubuh bioplasmik (tubuh kausal) bersemayam di dalam Jiwa manusia sebagai kekuatan hidup manusia. Bila Jiwa manusia tidak terdapat tubuh prana atau tubuh bioplasmik (tubuh kausal) maka Roh akan memisahkan daripada Raganya, karena energi untuk mempersatukan Roh di dalam Raga sudah tidak ada, artinya berhentinya kegiatan napas kehidupan manusia atau mati menjadi jasad.
Tubuh prana atau tubuh bioplasmik (tubuh kausal) memiliki bentuk serupa dengan tubuh raga manusia, memiliki hidung, mata, telinga ataupun tangan dan kaki yang sama. Di dalam istilah jawa disebut kembar kemayan atau saudara kembar, sedangkan di dalam istilah prana disebut tubuh kembar eterik (eterik- berasal dari kata ether, artinya tubuh yang tak terjangkau oleh ruang dan waktu, artinya tubuh yang memiliki sifat tanpa batas). Apabila tubuh prana atau tubuh bioplasmik (tubuh kausal) salah satu bagiannya rusak maka tubuh raga di dalam bagian itu juga rusak, disinilah hukum kepastian daripada penyembuhan prana.
Tubuh prana atau tubuh bioplasmik (tubuh kausal) yang bersemayam di dalam jiwa manusia berfungsi mempersatukan Raga dan Roh, memiliki arti yang tidak sederhana. Jiwa terhubung di dalam Raga. Raga memiliki kelengkapan organ jasmani berjalan sesuai tugasnya.
Mahluk hidup yang memiliki kelengkapan tubuh atau raga wadag, pasti memiliki susunan sel – sel yang teratur bentuk dan susunannya. Tumbuh- tumbuhan, hewan memiliki begitu juga manusia. Sel – sel merupakan persyaratan mahluk hidup untuk hidup di dunia wadag. Sel – sel mahluk hidup berwadag mempunyai kerangka kerja memproduksi inti energi yaitu, prana. Sel yang hidup akan memancarkan sinar cahaya dan bergetar. Dari sel – sel mahluk hidup berwadag inilah akan di katakan bahwa inti energi / prana diikat dan di produksi oleh sel – sel tersebut.
Sebagaimana tubuh jasmani merupakan suatu kumpulan zat. Tubuh manusia memiliki kelengkapan organ dengan segala kegiatannya, terdiri dari, dinding sel, protoplasma dan nucleus (inti sel), begitu juga dengan tubuh prana. Di dalam tubuh prana terdapat persenyawaan dengan zat cair, padat dan gas yaitu molekul yang terbentuk dari unsur – unsur atom, disebut plasma. Plasma terdiri dari molekul partikel zat cair, gas dan padat yang telah terionisasi oleh partikel - partikel atom negatif dan positif. Bagian daripada partikel – partikel tersebut adalah elektron, proton dan neutron dengan membawa ion positif dan negatif. Neutron dan proton terletak pada pusatnya. Pusat daripada atom adalah nukleus. Nukleus memiliki tenaga pancaran yang sangat besar, karena muatan negatif dan positif neutron dan proton yang terkandung di dalam nucleus itu sendiri. Ion - ion positif dan negatif disebut proton dan elektron. Elektron bertugas mengelilingi masing - masing nucleus, proton dan neutron secara tidak beraturan, sesuai jarum jam atau melawan jarum jam. Semakin padat ion – ion partikel elektron yang terkandung di dalam nucleus, maka semakin besar pula energi tarik atau tolak yang di dapat. (MM) baca artikel terbaik lainnya

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…