Pembelajaran Matematika

Landasan Pembelajaran Matematika
Gerakan atau reformasi untuk memperbaiki matematika di sekolah selalu terjadi dan mengalir dari waktu ke waktu. Isi, metode pembelajaran, urutan pembelajaran, dan cara evaluasi pembelajaran dimodifikasi, direformasi, dan direstrukturisasi. Tiga faktor utama yang melandasi gerakan perubahan adalah keberadan dan perkembangan teori-teori belajar psikologi belajar, dan filsafat pendidikan. Ketiganya memberi warna dan arah perubahan terutama dalam memandang dan melaksanakan pembelajaran, dan memposisikan guru dan peserta didik.
Dalam proses belajar matematika, Bruner menyatakan pentingnya tekanan pada kemampuan peserta didik dalam berfikir intuitif dan analitik akan mencerdaskan peserta didik membuat prediksi dan terampil dalam menemukan pola (pattern) dan hubungan (relations). Pembaharuan dalam proses belajar ini, dari proses drill dan practice ke proses bermakna, merupakan usaha luar biasa untuk selalu meningkatkan mutu pembelajaran matematika.
Seiring dengan perkembangan jaman strategi pembelajaran dari berpusat pada guru (teacher centered) menjadi berpusat pada peserta didik (student centered) maka berkembang pula cara pandang terhadap bagaimana peserta didik belajar dan memperoleh pengetahuan. Dampak dari perkembangan tersebut adalah munculnya kesadaran tentang kekuatan matematika adalah ketekunan / keuletan / kekerasan kali, minat (interest), keingintahuan (euriosity), dan daya cipta (inventiness).
Untuk mendukung usaha pembelajaran yang mampu menumbuhkan kekuatan matematikal, diperlukan guru yang profesional dan kompeten. Guru yang profesional dan kompeten memahami bagaimana anak-anak belajar, menguasai pembelajaran yang mampu mencerdaskan peserta didik, dan mempunyai kepribadian yang dinamis dalam membuat keputusan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Guru matematika yang profesional dan kompeten mempunyai wawasan landasan yang dapat dipakai dalam perencanaan dan pembelajaran matematika. Beberapa komponen dalam standar guru matematika yang profesional adalah : (1) penguasaan dalam pembelajaran matematika. (2) penguasaan dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran matematika. (3) penguasaan dalam pengembangan profesional guru matematika dan (4) penguasaan tentang posisi penopang dan pengembang guru matematika dan pembelajaran matematika.
Pelaksanaan Pembelajaran Matematika
Masa kini dan masa mendatang terjadi penuh perkembangan dan perubahan yang cepat dan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan. Untuk mampu bertahan hidup serta mampu menghadapi tantangan persaingan, ketidakpastian, dan permasalahan felik dan rumit. Generasi muda sekarang perlu memperoleh bekal pengetahuan, pengalaman, kemampuan dan ketrampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan kemajuan. Dengan demikian kita memerlukan pendidikan yang bermutu tinggi untuk membawa generasi muda menjadi bangsa yang cerdas, ahli, terampil, cinta tanah air, mempunyai dedikasi dan tanggung jawab yang tinggi terhadap kemajuan bangsa dan negara yang berkompeten dalam pembangunan.
Dasar pengembangan pendidikan yang bermutu tinggi adalah prinsip belajar sepanjang hayat dan empat pilar (tiang) belajar yang dikmukakan UNESCO (Yabe,T., 2001;1) yaitu (1) Learning to know, (2) Learning to do , (3) Learning to be, dan (4) Learning to live together. Prinsip tersebut mendasari pengembangan pendidikan untuk menghasilkan kompetensi peserta didik sesuai dengan tingkatan belajar di sekolah. Peserta didik yang kompeten artinya peserta didik yang cerdas, cakap, mampu memahami dengan baik bahan yang diajarkan, mampu bersikap, bernalar, dan bertindak sesuai prosedur yang benar, dan mengembangkan integritas kebersamaan dalam perbedaan. (MM) baca artikel terbaik lainnya

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar