Pengertian dan Penerapan Metode Diskusi

Pengertian Metode Diskusi
Setiap guru perlu memahami bagaimana proses belajar yang terjadi pada anak didik. Proses belajar mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran atau kegiatan belajar-mengajar. Mengajar bukan sekedar kegiatan mentransfer pengetahuan, tetapi merupakan proses membimbing kegiatan belajar anak. Apabila guru memahami bagaimana anak belajar, ia akan dapat memberikan bantuan sesuai dengan yang diperlukan oleh anak didik. Guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif sehingga anak didik dapat belajar dengan baik.
Sehubungan dengan hal tersebut, dalam proses belajar-mengajar terdapat berbagai macam metode yang dapat digunakan oleh guru untuk menyampaikan materi pelajaran kepada anak didik. Salah satu diantara sekian banyak metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru adalah metode diskusi.
Sunaryo (2002:49) “…metode pengajaran sering disebut juga sebagai instruksional, yaitu diartikan sebagai cara menyajikan isi mata pelajaran kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pengajaran (instruksional)”. Dalam metode pengajaran sendiri dikenal prinsip bahwa seluruh jenis metode yang ada pada dasarnya baik. Persoalannya adalah terletak pada ketepatan guru dalam menentukannya bagi sebuah proses pengajaran. Untuk itu memang, seorang guru dapat secara asal memilih dan menatapkan metode pengajaran bagi kegiatan pengajarannya.
Diskusi adalah suatu percakapan atau pembicaraan antara dua atau lebih yang bermanfaat dan berlangsung secara efektif. Dalam hal ini seorang pembimbing harus terampil dalam mengelola metode diskusi ini. Diskusi hendaknya terjadi dalam suasana persahabatan yang ditandai oleh kehangatan hubungan antar pribadi, kesediaan menerima dan mengenal lebih jauh topik diskusi, keantusiasan berpartisipasi, serta kesediaan menghargai pendapat orang lain, serta dapat merasa aman dan bebas mengemukakan pendapatnya. Dalam metode diskusi ini, maka seorang pembimbing harus dapat mempersiapkan diri sebagai pemimpin diskusi karena guru sebagai sumber informasi dan motivator sehingga mampu memberikan penjelasan, memotivasi, dan dapat memahami kesulitan yang dihadapi siswa.
Diskusi sendiri hanya mungkin dapat dilakukan apabila terdapat masalah atau persoalan yang juga memungkinkan adanya bermacam-macam jawaban. Orientasinya adalah argumentasi yang dapat diterima. Diskusi bukan debat, yang orientasinya “menang-menangan” dilakukan dalam rangka memperoleh pemahaman yang lebih baik berkenaan dengan suatu persoalan.
Penerapan Metode Diskusi
Dalam diskusi,Guru berusaha menggali pendapat atau pendirian peserta didik.Untuk itu peserta didik harus aktif menyampaikan pendapat.Perbedaan pendapat justru akan menarik dan merangsang peserta didik untuk terus berfikir.Namun demikian ada suatu persoalan mendasr yang harus diperhatikan dalam melaksanakan diskusi ini, yaitu yang menyangkut ciri pembedanya “ Sekedar percakapan “.Dalam diskusi, percakapan harus terarah kepada kerangka persoalan tertentu, dilakukan secara serius karena masalah harus terpecahkan, peserta harus disiplin berada dalam prosedur tertentu. Sementara siswa memikirkan mata pelajaran yang sedang didiskusikan dan mengemukakan pendapat mereka, proses belajar berlangsung pada jenjang berfikir yang lebih tinggi ( terutama analisis, sintesis, efaloasi ) dan tidak hanya memungkinkan kegiatan mengingat informasi saja
Menurut Sunaryo (2002; 72) Metode diskusi dapat direncanakan dalam 3 bentuk antara lain :
1. Diarahkan pengajar
Diskusi dikendalikan pengajar : Pertanyaan yang diajukan pengajar dijawab oleh siswa secara perorangan, memberi peluang terbatas untuk bertukar fikiran dalam kelompok.
2. Berpusat pada kelompok
Pertukaran pendapat secara bebas tanpa dipengaruhi pengendalian oleh, bersifat kerja sama karena siswa mengarahkan dan mengendalikan kecepatan, terbuka, karena diskusi dapat berlangsung kesegala arah tergantung pada interaksi dan reaksi siswa.
3. Kerja sama
Diskusi sering terpusat pada pemecahan masalah khusus, pengajar tidak dominan dan juga tidak pasif, namun berbagi tanggung jawab dalam membuat keputusan dan harus menerima dan memadukan semua pendapat yang dikemukakan dan secara cermat menilai berbagai pemecahan alternatif bantuk diskusi yang paling sukar, dilaksanakan paling baik digunakan setelah kelompok mendapat pengalaman dari kedua bentuk diskusi terdahulu. (MM) baca artikel terbaik lainnya

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar