Skip to main content

Hypnosis Jarak Jauh, Santet, dan Mistik Hitam

Dalam sejarah hipnosis banyak sekali ditemukan bukti yang menunjukkan bahwa setiap orang dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang yang berada di tempat jauh tanpa disadari oleh orang yang menjadi sasaran. Dalam beberapa kasus semacam ini, ahli hipnotis tampaknya boleh dikatakan mempermainkan orang yang dihipnotis. Pertimbangkanlah anekdot nyata dari akhir tahun 1800-an.

Pada suatu hari dokter ternama dan ahli hipnotis Charles Richet sedang duduk di ruang makan rumah sakit Beaujon beserta rekannya Landusi. Richet mengatakan bahwa ia dapat menidurkan salah seorang pasiennya dari jarak jauh dan memaksanya untuk datang ke ruang makan ini kalau ia menghendakinya. Setelah 10 menit berlalu, bagaimanapun juga tak ada seorang pun yang muncul. Richet dan Landusi menganggap percobaan itu gagal-tapi beberapa menit kemudian, seseorang muncul di ruang makan itu dan mengatakan bahwa ada seorang pasien yang tertidur ditemukan berjalan-jalan di gang-gang rumah sakit, untuk mencari dokter Richet, yang tak dapat ditemukannya.

Percobaan-percobaan serupa dilakukan kira-kira dalam waktu yang sama di Le Havre, oleh psikiater terkenal Pierre Janet; dan pada tahun 1930-an oleh peneliti-peneliti Rusia yang ternama Vasiliev, Platonov, Bekhterev, Dubrovsky, dan Tomashevsky.

Temuan-temuan ini, banyak diantaranya dilakukan dalam lingkungan-lingkungan laboratorium yang canggih, membuatnya wajar diwujudkan menjadi kenyataan. Temuan-temuan itu dengan tegas menunjukkan bahwa kita mempunyai kemampuan untuk secara radikal mengubah tingkah laku orang lain dari jarak  jauh, di luar kesadaran mereka, dan dapat pula disalahgunakan untuk maksud jahat.

Larry Dossey memendam pertanyaan itu sampai suatu hari ia berada dalam suatu konferensi dan duduk berhadapan di meja makan dengan Professor Michael Harner, antropolog ternama dan pakar perdukunan. Larry merasa mempunyai peluang untuk menanyakan masalah itu pada seorang pakar sejati. Harner telah bertahun-tahun melakukan kerja lapangan dengan mempelajari orang-orang Indian Jivaro, yang hidup dekat hulu sungai Amazon. Selama kunjungannya itu, ia mempelajari bahasa mereka, memasuki kebudayaan mereka, dan menjadi amat memahami berbagai macam segi kehidupan orang Jivaro sehari-hari.

“Dr.Harner, pernahkah Anda berjumpa dengan para dukun yang dapat menyantet seseorang dari jarak jauh tanpa sepengetahuan korbannya?” tanya Larry.

“Dalam kebudayaan Jivaro, santet jarak jauh itu biasa,” kata Harner tanpa ragu-ragu. “Banyak dukun yang saya pelajari di Amazon mengatakan amat mahir melakukan hal itu. Saya tidak mempunyai alasan untuk menyangsikan mereka.”

“Mengapakah mereka menyantet orang dari jauh?” tanya Larry. “Mengapa tidak berhadapan muka seperti dalam voodoo?”

“Penalaran mereka sederhana,” jawab Harner. “Apabila korbannya tidak menyadari bahwa ia disantet, ia tidak akan mengambil langkah-langkah untuk membalas santet itu atau untuk membalas dendam pada dukun atau berusaha untuk betul-betul membunuhnya. Sebagai langkah pengaman tambahan, dukun-dukun Jivaro itu melakukan santet jarak jauhnya secara berkelompok dua atau tiga orang, jadi tidak sendirian. Apabila korbannya mencoba untuk balas dendam, ada pengaman karena menang jumlah. Santet jarak jauh itu sungguh-sungguh merupakan sebuah langkah pengamanan.

Kalweit mengutip suatu contoh menarik bagaimana kemarahan dan pikiran negatif dapat lepas kendali dan merugikan seseorang yang tak bersalah dari jarak jauh:

Jhon Quinn dari suku Tenino di Oregon dituduh oleh saudara-saudara sesukunya melakukan tiga pembunuhan. Sempat terbesit, Quinn berpikiran jahat melawan satu di antara pria-pria yang menuduhnya itu. “Roh pendamping”-nya langsung mengartikan pikirannya ini sebagai perintah untuk membunuh orang tersebut. Roh itu langsung lari dengan kecepatan penuh untuk melaksanakan hastratnya ini, tetapi menabrak gadis muda tak bersalah yang kebetulan melewati pintunya. Quinn tidak menyadari akan hal ini. Sebelum dia atau dukun lainnya dapat menolong gadis itu, gadis itu telah meninggal.

Dalam sebuah contoh lain, seorang pria yang mempunyai kekuatan shaman menggunakan kekuatan itu untuk membalas dendam: Billy, seorang gembala Australia dekat Kijuliji Station, mempunyai kemampuan luar biasa untuk  memusatkan pikiran-pikirannya. Ia tidak diizinkan makan bersama-sama dengan orang-orang kulit putih di kamar makan. Ia harus makan di ruang tersendiri. Ketika ia bangun kesiangan pada suatu pagi, majikan kulit putihnya melemparkan makanannya ke tumpukan sampah.

Billy berjalan diam-diam kembali ke gubuknya, tetapi kemudian ia memikirkan (memvisualisasikan) “maulwa”-nya, atau talinya, agar keluar dari tubuhnya dan mengikatnya menjadi semacam jaring. Selanjutnya ia melepaskan “topeng penolong”-nya, lalu ada kilat yang menghantam rumah itu dan membakarnya. Ketika juru masak mencoba untuk memadamkan tungku masak dengan air, Billy mengubah air itu menjadi minyak tanah, yang membuat api semakin berkobar.

Dapatkah kita mengkaji peristiwa-peristiwa ini di laboratorium? Antropolog Joan Halifax meragukannya. Ia berkata, “Sekalipun keadaan-keadaan persantetan ini tampaknya luar biasa, … peristiwa-peristiwa itu pantas diteliti secara sistematis di lapangan … amatlah mustahil, bahkan tidak masuk akal, untuk mencoba mengulangi pengalaman-pengalaman semacam itu di laboratorium.”

Satu kesulitan untuk mempelajari gejala-gejala ini di laboratorium adalah bahwa seandainya santet itu memang manjur, subjek-subjek santet barangkali bisa meninggal dunia.

Alam-tak-sadar (atau alam bawah sadar) manusia sangat mudah diberi saran, sekalipun apabila saran itu tidak masuk akal dan jahat. Kerawanan ini memungkinkan “pengaruh maut” itu masuk ke dalam alam-tak-sadar, dan menyebabkan matinya sang korban santet. (MM) baca artikel terbaik lainnya

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…