Sunday, June 22, 2014

Tanda-tanda Bayi Alergi Susu Sapi

Alergi susu sapi dapat timbul sejak beberapa menit sampai beberapa jam setelah mengkonsumsi susu sapi. Tanda dan gejala bervariasi dari yang ringan sampai yang parah termasuk sesaj, muntah, kulit kemerahan dan masalah pencernaan. Walaupun jarang, alergi susu sapi dapat menyebabkan reaksi anafilaksis – reaksi yang berat dan mengancam jiwa.
Eliminasi susu sapi adalah pengobatan utama pada alergi susu sapi. Sayangnya, pada sebagian anak alergi susu sapi timbul sampai usia 3 tahun.
Gejala alergi susu sapi

Gejala yang timbul sesaat setelah mengkonsumsi susu sapi adalah :
Kulit kemerahan dan bengkak
Sesak
Muntah-muntah
Tanda dan gejala yang timbulnya memerlukan waktu :
Feses lembek, kadang disertai darah
Diare
Nyeri perut
Batuk & grok-grok
Pilek
Mata berair
Kulit merah-merah dan gatal terutama di sekitar mulut & wajah
Kolik (pada bayi)

Penyebab alergi susu sapi
Semua alergi makanan disebabkan adanya sistem imun yang kurang berfungsi. Sistem imun mengidentifikasi protein susu sebagai hal yang membahayakan sehingga memicu tubuh menghasilkan antibody imunoglobulen E (IgE) untuk menetralisis protein (allergen). Suatu saat bila terjadi kontak lagi dengan protein yang sama, antibodi IgE mengenali allergen tersebut dan memberikan sinyal ke sistem imun untuk mengeluarkan histamine, dan histamine inilah yang bertanggungjawab terbentuknya reaksi alergi termasuk pilek, mata gatal, tenggorokan gatal, bengkak, muntah bahkan reaksi anafilaksis.

Reaksi alergi terhadap susu sapi dapat terjadi :
1. Langsung (immediate) - dalam hitungan menit hingga 1 jam setelah susu sapi diminum. Termasuk gejala gatal-gatal, eksim, wajah bengkak, bersin, muntah, diare dan yang terparah adalah reaksi anafilaksis. Reaksi ini adalah reaksi yang diperantarai IgE (Imunoglobulin E). Reaksi anafilaksis adalah keadaan emergensi yang memerlukan terapi dengan suntikan epinefrin (adrenalin) yang dilakukan di instalasi gawat darurat. Gejalanya dapat berupa penyempitan saluran nafas termasuk pembengkakan di tenggorokan sehingga mengalami kesulitan bernafas, wajah merah, gatal-gatal, sampai syok dengan penurunan tekanan darah.

2. Tertunda (delayed) - ini dapat terjadi beberapa jam atau bahkan berhari-hari setelah susu diminum. Gejala termasuk eksim, muntah, diare atau bahkan mungkin asthma. Bayi dapat mengalami gagal tumbuh. Reaksi ini adalah reaksi yang tidak diperantarai IgE. Intoleransi protein susu sapi adalah sebuah contoh dari reaksi ini - kadang-kadang Anda akan melihat darah pada tinja.

- Yang terbaik adalah dengan melihat riwayat perjalanan penyakit setelah mengkonsumsi susu sapi. Jika bayi Anda memiliki reaksi langsung, maka tes tusuk kulit atau tes darah (seperti CAP, EAST, RAST) biasanya akan membantu. Tes ini mendeteksi alergi yang diperantarai IgE.
- Cara lain dengan melihat adanya perbaikan dengan menghentikan susu sapi dan produknya dan gejala timbul kembali setelah susu sapi dikonsumsi kembali. Cara ini disebut eliminasi – reintroduksi. Jika anak Anda telah mengalami reaksi parah terhadap produk-produk susu, reintroduksi harus dilakukan di bawah pengawasan dokter anak.
- Beberapa pusat kesehatan menawarkan uji patch, yang mungkin berguna dalam mendeteksi alergi yang non IgE mediated.

Eliminasi susu sapi harus segera dilakukan dari diet bayi Anda. Bila hal ini sulit, Anda mungkin memerlukan bantuan seorang ahli gizi.
Beberapa bayi yang diberi ASI akan mendapatkan gejala jika ibu mereka mengkonsumsi susu sapi atau produknya dalam makanannya. Dalam kasus ini, sang ibu akan perlu untuk eliminasi produk-produk susu sapi dari diet.

Makanan yang harus dihindari dalam susu sapi alergi meliputi:
• makanan dengan susu sapi atau susu kambing
• keju
• mentega
• susu bubuk
• fraiche krim, krim asam
• whey
• kasein
• margarin
• custard
• laktoalbumin, lactulose, lactoglobulin
• setiap makanan yang mengandung salah satu dari daftar di atas. (MM) baca artikel terbaik lainnya

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...