Skip to main content

Citra Kepribadian Guru

1. Memunculkan kembali kesadaran diri, Siapakah kita guru itu ?
Guru adalah profesi yang dikenal sebagai pemberi keterangan, penjelas, pendidik, pembimbing, contoh, yang dapat memberi perubahan bagi anak didik kearah yang lebih baik dari segala dimensi, yang mampu mengembangkan beragam sisi kecerdasan dan akhlak sebagai pembentuk karakter dan kepribadian anak. Disini guru yang cerdas dan memiliki karakter serta kepribadian dengan berbagai kecakapan menjadi tuntutan utama.

Sebagai seorang pendidik dalam kesehariannya guru dituntut untuk selalau memiliki kesadaran diri akan profesi yang diamanahkan. Sosok pribadi guru harus dapat menjadi teladan bagi anak didik dan lingkungan. Perilaku mereka akan selalau menjadi sorotan masyarakat. Sedikit saja cacat dalam berperilaku akan menjadikan berita besar yang dapat mencoreng citra kependidikan secara luas. Citra diri guru dengan karakter dan kepribadian guru.

2. Apa Kepribadian Itu
Dalam pembicaraan sehari-hari sering kita jumpai beberapa ucapan-ucapan yang membuat kita menafsirkan bermacam-macam arti kepribadian.
Contoh : a. Sebagai atasan dia mempunya kepribadian.
              b. Menurut Anda bagaimana kepribadian itu ?
Pada contoh a kata kepribadian dapat diartikan sebagai kewibawaan sedangkan pada contoh b dapat diartikan sebagai sifat-sifat dari seseorang.

Menurut G.W. Allport, kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari system psikofisik yang menentukan penyesuaian diri yang unik terhadap lingkungannnya. Dengan demikian kita dapati gambaran bahwa kepribadian itu adalah keadaan dalam diri seseorang yang menentukan bagaimana penampilannya atau tingkah lakunya dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

3. Bagaimana kepribadian itu berkembang ?

Ada beberapa faktor yang menentukan perkembangan kepribadian, yaitu :

    * Faktor bawaan

Unsur itu terdiri dari bawaan genetic yang menetukan ciri primer (warna, mata, kulit dan sebagainya) selain itu juga kecendrungan-kecendrungan dasar, misalnya kepekaan, penyesuaian diri dan lain-lain.

    * Faktor lingkungan

Faktor linmgkungan seperti keluarga, sekolah aatau lingkungan social/budaya, seperti teman, guru, dan sebagainya dapat mempengaruhi terbentuknya kepribadian.

    * Interaksi bawaan dan lingkungan

Interaksi yang terus menerusantara bawaan serta lingkungan menyebabkan timbulnya AKU/DIRIKU dalam seseorang.

4. Mengenal Siapa Saya ?

Pengertian mengenai bagaimana pribadi itu terbentuk dan berkembang serta menganai pribadi diri sendiri merupakan dasar untuk mengatahui apa yang kita kehendaki dalam kehidupan ini maupun dalam pekerjaan kita dan untuk mengenal pribadi orang lain.

Sering kali kita ditanya : Siapa Anda? Maka kita cenderung menyebutkan fakta-fakta nyata mengenai diri kita sendiri, misalnya : nama, alamat, pekerjaan, dsb. Yang sering terlupakan adalah fakta-fakta yang menyangkut Siapa Saya menurut pikiran saya, misalnya :

- Saya ramah

- Saya gemuk

- Saya kurang menarik

- Saya cantik

Kenapa hal seperti ini sering terlupakan ?

Pada umumnya kita sering tidak memikirkan mengenal keadaan diri kita atau sifat-sifat kita, kalau kita tidak berpikir kesana, karena kita kurang mengenal diri kita sendiri.

5. Mengapa kita harus mengenal diri kita sendiri ?

- Untuk mengetahui identitas diri

- Untuk mengetahui bagaimana persepsi tentang diri sendiri sehingga tidak dipengaruhi oleh pikiran orang lain mengenai diri Anda.

- Untuk mengetahui rencana, kemauan dan tujuan kita dalam hidup ini.

6. Bagaimana saya, menurut pikiran saya dapat mempengaruhi :

- tutur kata

- tingkah laku

- cara berpikir

- cara berpakaian/penampilan dsb.

7. Analisa siapa saya dan siapa saya menurut pikiran saya penting karena :

- melalui analisis ini seseorang dapat mengetahui mengenai dirinya sendiri

- melalui analisis ini seseorang dapat mengetahui apa yang dia kehendaki

- melalui analisis ini seseorang dapat mengetahui kelebihan dan kelemahannya dan bagaimana mengembangkan aspek-aspek diri itu

- menampilkan gaya hidup yang sesuai dengan konsep dirinya

- menyesuaikan diri dengan lingkungannya yang berarti penyesuaian yang khas.

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…