Monday, August 25, 2014

Deposito Berjangka Berdenominasi Valuta Asing

Di berbagai bank, tingkat bunga deposito berjangka valas yang berlaku berkisar 4% hingga 7% per tahun. Padahal, beberapa bulan lalu, rate-nya masih sekitar 13%-14% per tahun. Hanya, kalau tren bunga deposito berjangka rupiah makin rendah untuk jangka waktu yang lebih panjang, untuk deposito berjangka valas relatif sama. Jadi, untuk 1,3,6 atau bahkan 12 bulan, tingkat bunganya seragam. Pada beberapa bank, ada yang sudah memberlakukan tingkat bunga normal. Artinya, bunganya makin tinggi untuk jangka waktu yang lebih panjang, hanya selisihnya sangat tipis.

Yang perlu diperhatikan dalam deposito berjangka berdenominasi valas adalah perkiraan perubahan kurs, tingkat bunga yang diberlakukan, dan “ongkos” keluar masuk deposito berjangka valas dimaksud. Tingkat bunga bergantung pada masing-masing bank. Oleh karena itu, pilihlah yang memberikan bunga paling tinggi, tapi banknya sehat, atau paling tidak termasuk bank-bank yang dana pihak ketiganya dijamin pemerintah. Sementara, mengenai perkiraan perubahan kurs, sejauh ada tendensi dolar Amerika masih menguat (apresiasi) , maka masih layak dipilih

Yang layak diwaspadai sebenarnya adalah mengenai “ongkos” keluar masuk deposito berjangka valas tersebut. Contohnya begini, katakan Anda ingin menempatkan dana ke dalam deposito berjangka sejumlah US$ 50.000. Suku bunga yang berlaku adalah 7% p.a. Satu tahun mendatang Anda akan mendapatkan kembali uang Anda sebesar US$ 50.000 + 7%. Untuk membuka deposito berjangka valas tersebut, Anda harus memiliki dollar Amerika terlebih dahulu, padahal uang yang Anda miliki dalam bentuk rupiah. Itu berarti, Anda mesti membeli atau menukarkan rupiah ke dalam dollar Amerika. baca artikel terbaik lainnya

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...