Monday, August 25, 2014

Manfaat Meditasi bagi Tubuh dan Otak

Mari kita lihat penelitian tentang bagaimana meditasi berpengaruh terhadap kesehatan kita.

1. Konsentrasi lebih baik

Karena meditasi adalah sebuah latihan memfokuskan diri pada perhatian dan senantiasa sadar ketika fokus terlepas, hal ini meningkatkan kemampuan konsentrasi ketika kita sedang tidak bermeditasi. Ini adalah efek jangka panjang jika kita bermeditasi secara teratur.

2. Kecemasan berkurang

Ini sangat teknis, tapi sangat menarik. Makin sering kita meditasi, makin sedikit kecemasan. Ternyata ini terjadi karena kita melonggarkan koneksi jalur saraf tertentu. Kedengarannya tidak bagus, tapi tidak.

Apa yang terjadi tanpa meditasi adalah adanya bagian otak yang kadang disebut Me Center (korteks prefrontal medial). Bagian ini yang memproses informasi tentang diri dan pengalaman kita. Pada keadaan normal, jalur saraf dari sensasi tubuh dan pusat rasa takut pada otak menuju Me Center benar-benar kuat. Ketika Anda mengalami sensasi yang menakutkan atau menyedihkan, itu akan mendorong sebuah reaksi kuat di dalam Me Center, membuat Anda merasa takut atau merasa diserang.

Ketika kita meditasi, kita melemahkan koneksi saraf ini. Ini berarti kita tidak bereaksi sekuat itu terhadap sensasi yang menyulut Me Center. Karena kita melemahkan koneksi ini, kita secara terus-menerus menguatkan koneksi antara apa yang kita ketahui sebagai pusat pemikiran (bagian dari otak yang berfungsi untuk menimbang) dan sensasi tubuh dan pusat rasa takut. Jadi, ketika kita mengalami rasa takut atau sedih, kita dapat dengan mudah melihatnya secara rasional.

Begini contohnya. Ketika Anda merasakan sakit, alih-alih cemas dan berasumsi ada yang salah dengan Anda, lebih baik Anda mengamati bahwa rasa sakit muncul dan lenyap tanpa menjadi terjerat di dalamnya.

3. Lebih kreatif

Para peneliti di Universitas Leiden, Belanda mempelajari meditasi perhatian penuh dan meditasi pengamatan untuk melihat apakah ada peningkatan kreativitas karenanya. Mereka menemukan bahwa orang yang mempraktekkan meditasi perhatian penuh tidak menunjukkan peningkatan yang nyata dalam hal peningkatan kreativitas selama mengikuti meditasi. Sedangkan bagi mereka yang mengikuti meditasi pengamatan, terjadi peningkatan dalam hal munculnya ide-ide baru.

4. Lebih welas asih

Penelitian tentang meditasi menunjukkan bahwa empati dan welas asih lebih tinggi pada orang yang melakukan meditasi secara teratur. Dalam sebuah uji coba diperlihatkan foto orang lain yang baik, buruk atau netral kepada para peserta uji coba yang melakukan meditasi welas asih. Para peserta mampu fokus pada perhatian mereka dan mengurangi reaksi emosional pada foto-foto tersebut, bahkan ketika mereka sedang tidak meditasi. Mereka juga menjadi lebih welas asih pada orang lain ketika diperlihatkan foto-foto yang mengganggu.

Jawaban atas hal ini berasal dari aktivitas pada amygdala –bagian dari otak yang memproses stimuli emosional. Selama meditasi, bagian otak ini secara normal menunjukkan penurunan aktivitas, tapi dalam uji coba ini terjadi pengecualian ketika para peserta diperlihatkan foto-foto orang.

Studi lain di tahun 2008 menemukan bahwa orang yang bermeditasi secara rutin memiliki tingkat keaktifan yang lebih kuat dalam junktur parietal temporal (bagian dari otak yang memproduksi empati) ketika mereka mendengar suara orang yang menderita, dibandingkan dengan mereka yang tidak bermeditasi.

5. Daya ingat lebih baik

Satu hal yang dikaitkan dengan meditasi adalah peningkatan daya ingat. Catherine Kerr, seorang peneliti di Martinos Center for Biomedical Imaging and the Osher Research Center menemukan bahwa orang yang mempraktekkan meditasi kesadaran penuh mampu untuk meningkatkan gelombang otak yang menghilangkan gangguan dan meningkatkan produktivitas mereka lebih cepat daripada mereka yang tidak bermeditasi. Ia mengatakan bahwa kemampuan untuk mengabaikan gangguan dapat dijelaskan sebagai “kemampuan superior berupa daya ingat yang kuat dan menggabungkannya dengan fakta-fakta baru”. Ini kelihatannya sangat sesuai dengan kekuatan yang diperlihatkan pada situasi baru yang juga akan secara dramatis meningkatkan daya ingat kita terhadap segala sesuatu.

6. Lebih sedikit stres

Meditasi kesadaran penuh telah terbukti membantu orang mengurangi rasa stres ketika berada dalam tekanan. Sebuah studi di tahun 2012 membagi sebuah kelompok manajer sumber daya manusia menjadi tiga, dimana sepertiganya berpartisipasi dalam pelatihan meditasi kesadaran penuh, sepertiga yang lain ikut pelatihan relaksasi tubuh, dan sepertiga terakhir tidak mengikuti pelatihan apa pun. Tumpukan tugas yang membuat stres diberikan kepada semua manajer sebelum dan sesudah uji coba selama delapan minggu. Pada tes akhir, kelompok yang ikut pelatihan meditasi dilaporkan memiliki tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan dua kelompok yang lain.

7. Lebih banyak area abu-abu

Meditasi telah dihubungkan dengan sejumlah besar area abu-abu di dalam hippocampus dan wilayah depan otak. Awalnya saya tidak mengerti apa maksudnya, tapi ternyata menakjubkan. Semakin banyak area abu-abu di dalam otak dapat membuat emosi positif menjadi lebih banyak, stabilitas emosi lebih bertahan lama, dan konsentrasi lebih meningkat dalam hidup sehari-hari. baca artikel terbaik lainnya

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...