Mengenal Obligasi sebagai Sarana Investasi

Obligasi adalah surat penundaan hutang yang dikeluarkan oleh pemerintah, perusahaan, atau instansi tertentu untuk diserahkan pada pemegang obligasi. Surat obligasi sendiri memiliki sistem yang sama seperti saham, yaitu harus tercatat dalam bursa efek setempat.

Dalam sistem investasi obligasi, manfaat yang didapat memang hampir sama dengan saham. Tentu saja sistem ini memiliki manfaat dan risiko. Manfaat obligasi yang cukup menguntungkan yaitu suku bunganya yang stabil dan kemampuan pemegang obligasi untuk memperkirakan penghasilannya. Manfaat ini diperoleh karena suku bunga obligasi tidak dipengaruhi oleh harga pasar obligasi atau inflasi. Oleh karena itu, didapatkan suku bunga yang stabil, berbeda dengan saham mata uang atau investasi lain di bank yang suku bunganya dipengaruhi oleh inflasi. Selain itu, perkiraan pendapatan yang akan diterima dapat diketahui karena tercantum dalam surat perjanjian.

Dalam deposito tetap, suku bunga memang lebih tinggi dari simpanan atau tabungan biasa. Bunga deposito juga dapat diambil setiap bulannya, namun angkanya tidak boleh lebih besar dari angka yang ditentukan oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), untuk menjamin keamanannya. Suku bunga untuk periode 15 Januari 2014 sampai 14 Mei 2014 yang diterbitkan oleh LPS adalah 7,5% untuk simpanan dalam rupiah, dan 1,5 % untuk simpanan dalam valuta asing. Suku bunga ini tentu dapat berubah setelah jangka waktu yang ditetapkan, tergantung kondisi ekonomi yang sedang berjalan.

Ada berbagai macam investasi obligasi yang dapat Anda pilih. Pilihlah yang sesuai dengan kebutuhan, dan pertimbangkan pula tingkat risiko yang mungkin akan terjadi. Deposito memang dipandang sebagai sistem investasi dengan risiko rendah, namun tingkat keuntungan dan bunga yang ditawarkan juga rendah. Anda juga tidak dapat menarik dana sebelum jatuh tempo, atau Anda akan dikenakan penalti. Dalam investasi obligasi, Anda dapat memilih jenis perjanjiannya. Anda bisa memilih perjanjian obligasi untuk jangka waktu tertentu, atau Anda bisa menjual surat obligasi kepada penerbit sebelum jatuh tempo. Surat obligasi juga bisa diwariskan, dan bisa dijadikan agunan (jaminan) untuk membeli instrumen aktiva lain.

Anda tidak membutuhkan panduan lebih lanjut saat membuka rekening untuk deposito tetap. Hal ini karena selain perjanjian yang Anda lakukan dengan bank bersifat tetap, Anda tidak dapat mengendalikan waktu penarikan dana. Anda juga tidak dapat mengharapkan keuntungan yang tetap, karena setelah jatuh tempo, uang dapat dikembalikan atau diperpanjang. baca artikel terbaik lainnya

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar