Skip to main content

Penguasaan Kelas untuk Siswa

Guru yang terbiasa acuh atau tidak disiplin seringkali menjadikan siswa merasa berkuasa di dalam kelasnya sedangkan, guru dengan sikap yang tegas dan disiplin seringkali membuat banyak siswa ciut bahkan tidak bernyali untuk ribut ataupun membuat gaduh di dalam kelas, berdasarkan hal itu Tinnajer sharingkan beberapa hal yang bisa guru pelajari dalam melakukan penguasaan kelas, utamanya dalam kelas dengan siswa yang terbiasa ''ribut'', berikut ini hal-hal yang bisa anda garis bawahi.

1. Siapkan Kontrak mengajar
siswa dalam suatu kelas yang suka ribut biasanya menganggap bahwa guru yang ada di depan mereka sebagai seorang yang hanya mengerjakan tugasnya saja dalam artian memberikan pelajaran dan siswa tidak berhak memberikan feedback (pengajaran 1 arah), jika anda guru yang seperti ini maka siap-siaplah untuk merasa seperti di demo bahkan seperti tak dianggap di dalam kelas, untuk mengatasi hal seperti ini, buatlah sebuah kontrak dengan anak didik anda, buatlah sebuah perjanjian pembelajaran antara anda dengan siswa anda, berikan sebuah perjanjian di mana jika mereka ribut, maka anda bisa mengurangi nilai mereka atau tidak memasukkan mereka selama 1 semester dalam pelajaran anda.

2. Tegas dan disiplin tinggi
tegas dan disiplin tinggi mesti anda terapkan di dalam kelas anda, tegas dalam memberikan pembelajaran, tegas dalam memberikan sanksi untuk pelanggaran yang dilakukan siswa anda dan disiplin di dalam mengajar, jika anda memberikan tenggat waktu untuk mengerjakan suatu soal selama 30 menit maka siswa anda harus sudah bisa menyelesaikan tugas tersebut sebelum 30 menit atau pas 30 menit, jika lewat dari itu berikan denda atau ketegasan anda.

3. berikan kesempatan 3 kali
maksudnya berikan kesempatan 3 kali bagi siswa anda sebelum anda memberikan sanksi, misalnya jika siswa anda sudah ditegur 3 kali masih tetap ribut maka anda bisa mempersilahkannya keluar dari kelas/pelajaran anda, jika mereka tidak mengerjakan tugasnya 3 kali (telat mengumpul tugas selama 3 kali berturut-turut) maka anda bisa memberikan sanksi kepadanya.

4. kenali apa yang mereka inginkan
seringkali siswa-siswi anda, bisa saja ribut karena mereka meminta lebih terhadap anda, misalnya mereka ingin anda mengajar dengan cara story telling tapi, anda justru masuk kemudian langsung memberikan tugas pada mereka atau mereka tidak suka dengan gaya mengajar anda, usahakan anda mengenali apa kemauan dan keinginan dari siswa didik anda. baca artikel terbaik lainnya

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…