Friday, October 10, 2014

RAHASIA KETEKUNAN PARA ORANG SUKSES BESAR


Semua orang-orang sukses, atlit-atlit hebat, penemu-penemu besar memiliki rahasia keberhasilan mereka. Rahasia tersebut adalah ketekunan. Seorang pemain sepak bola terkenal seperti Lionel Messi, David Beckham, Zinedine Zidane, Cristiano Ronaldo, berhasil mengasah talenta dan bakat mereka, karena mereka tekun berlatih setiap harinya. Bukan sehari dua hari. Atau sebulan dua bulan, tapi bertahun-tahun lamanya.
Kisah hidup seorang Arnold Scwarzenegger dapat menjadi inspirasi bagi kita. Dia adalah seorang pemuda yang dilahirkan disebuah desa kecil tanpa alat komunikasi. Bahkan hanya ada satu TV di restoran di desa itu. Keluarganya juga sangat sederhana. Prestasi sekolahnya pun rata-rata. Tapi dia dikenal sebagai seorang yang periang dan bersemangat. Dia bercita-cita untuk menjadi seorang besar. Salah satu cita-citanya adalah menjadi atlet Binaragawan. Berbekal latihan dan ketekunan pada tahun 1966 sampai tahun 1975 dia memenangkan 5 gelar Master Universe dan 6 gelar Mr Olimpia. Kemudian dia bercita-cita lagi menjadi seorang bintang film. Dengan tekun dia menawarkan diri sebagai artis. Banyak sutradara yang awalnya meragukan kemampuannya. Namun akhirnya dia berhasil membintangi beberapa film yang akhirnya menjadi film terlaris seperti Conan the Barbarian, Terminator, Command, Predator, Commando, Total Recall dan lain-lain.
Setelah sukses didunia film. Kemudian dia bercita-cita menjadi seorang politisi dan Gubernur. Dia menekuni cita-citanya tersebut sampai akhirnya di terpilih sebagai Gubernur California dari Partai Republik. Dia diramalkan menjadi salah seorang Calon Presiden dari Partai Republik. Kenapa seorang Arnold Scwarzenegger berhasil menggapai cita-citanya. Kuncinya adalah ketekunannya dalam menggeluti bidang yang dia inginkan sampai berhasil.
Dalam beribadah pun ketekunan sangat kita butuhkan untuk dapat meraih keridhoan Allah swt. Orang yang diterima ibadahnya oleh Tuhan adalah orang yang tekun beribadah kepada-Nya. Orang yang doanya dikabulkan adalah orang yang tekun berdoa kepada-Nya. Orang yang masuk surge adalah orang yang tekun berbuat kebaikan, ibadah dan amal shaleh. Bukan orang yang sekarang baik, besok berbuat maksiat. Sekarang rajin beribadah besoknya malas. Nabi Muhammad saw mengatakan “Sesungguhnya Allah mencintai amal yang dilakukan seorang hamba yang walaupun sedikit namun dilakukan secara terus-menerus. (Hadist)
Lalu bagaimana caranya menggunakan ketekunan sebagai kekuatan untuk meraih kebahagiaan sejati, dunia dan akhirat. Menurut Napoleon Hill seseorang bisa belajar untuk menjadi tekun. Apa sumber ketekunan? Jawabannya sebagai berikut :
1. Kepastian tujuan. Mengetahui yang kita inginkan adalah langkah paling pertama untuk mengembangkan ketekunan. Tujuan akan memaksa seseorang untuk mengatasi berbagai kesulitan.
2. Keinginan. Keinginan adalah sarana memelihara ketekunan. Keinginan yang kuat akan mengalahkan kemalasan. Keinginan akan membuat anda mengejar sasaran-sasaran yang anda inginkan dengan tekun.
3. Kemandirian. Keyakinan dan kepercayaan pada diri sendiri akan membuat anda berbuat dan bertindak untuk mencapai keinginan dan rencana anda dengan tekun sampai selesai, tanpa tergantung pada orang lain.
4. Kepastian rencana. Rencana yang tersusun dengan jelas dan rapi akan mendorong anda dengan tekun untuk melaksanakannya.
5. Pengetahuan akurat. Mengetahui cara dan strategi meraih tujuan, berdasarkan pemahaman ataupun pengalaman orang lain dapat mendorong ketekunan. Daripada hanya menebak-nebak apakah cara yang dilakukan efektif atau tidak
6. Kerjasama. Simpati dan pengertian dengan orang lain akan mendorong ketekunan kita untuk mencapai tujuan.
7. Kekuatan kemauan. Kemauan yang kuat dan focus untuk mencapai tujuan akan menimbulkan ketekunan
8. Kebiasaan. Ketekunan merupakan akibat dari kebiasaan. Pikiran kita menyimpan informasi tentang keberhasilan ataupun kegagalan yang kita miliki. Rasa takut, rasa malas, hanya bisa dikalahkan dengan keberanian melakukan pengulangan tindakan (kebiasaan).
Kemudian bagaimana menumbuhkan ketekunan dalam diri. Ada empat langkah sederhana versi Napoleon Hill yang tidak membutuhkan banyak kecerdasan, banyak pendidikan formal, dan bahkan hanya sedikit waktu dan usaha, yaitu :
1. Sebuah tujuan yang pasti dan didukung oleh hasrat keinginan yang menyala untuk mencapainya
2. Sebuah rencana yang pasti, dinyatakan dalam tindakan terus menerus
3. Sebuah pikiran yang tertutup rapat dari semua pengaruh negative dan menurunkan semanat, termasuk saran negative dari saahabat, kerabat dan orang terdekat kita
4. Sebuah persekutuan bersahabat dengan satu orang atau lebih yang akan mendorong kita mengikuti sampai akhir baik rencana maupun tujuan.

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...