Skip to main content

Kajian Ruang Lingkup Pembelajaran Tematik Sekolah Dasar

Peningkatan mutu pendidikan tidak bisa lepas dari upaya para pendidik tenaga kependidikn di Indonesia
dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan sekaligus meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur dan beradab berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945 Negara Republik

Indonesia telah dicanangkan dalam rencana pembangunan nasional dalam bidang pendidikan. Untuk itu guru perlu beradaptasi dengan upaya pemerintah seiring dengan telah ditetapkannya Peraturan Menteri nomor 22 terntang Standar Isi yang memuat Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar bagi siswa Sekolah Dasar. Guru dalam tugas pokok dan fungsinya mempunyai peran, fungsi dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional di bidang pendidikan. Oleh karena itu diperlukan peningkatan mutu guru secara terencana, terarah dan berkesinambungan, agar guru dapat melaksanakan perannya sebagai tenaga fungsional yang mampu menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global.

Kedudukan guru sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan
mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi anak didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Sebagai tenaga profesional, guru mempunyai tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Jabatan guru sebagai tenaga profesional memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Guru sebagai tenaga profesional yang memiliki tugas dan fungsi mencerdaskan kehidupan bangsa di bidang pendidikan bukan semata-mata suatu profesi melainkan juga merupakan suatu pengabdian. Dengan profesionalismenya guru diharapkan memiliki kemampuan membelajarkan materi kepada peserta didik sesuai dengan yang diharapkan pemerintah.

Guru juga di harapkan memiliki dedikasi atau komitmen terhadap pelaksanaan tugasnya dan perlu menyiapkan proses pembelajaran yang efektif. Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Profesionalisme seorang guru menuntut dirinya untuk selalu memperbaiki dan menambah kompetensinya serta mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi ditempat tugasnya. Betapapun kemajuan ilmu dan teknologi di bidang pendidikan tidak akan dapat menggantikan fungsi guru secara utuh. Terlebih bagi siswa di kelas awal, dimana siswa yang masih duduk di kelas 1, 2, dan 3 masih benar-benar membutuhkan kehadiran seorang guru. Media pendidikan mungkin dapat melakukan transformasi pengetahuan dengan efektif, efisien, tetapi kehadiran seorang guru secara pribadi, dengan kasih sayangnya,
perhatian, sentuhan emosinya, kesabaran, kedisiplinan, keteladanan, tentu saja tidak dapat digantikan oleh sebuah teknologi. Sehingga tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa guru ditempatkan sebagai posisi sentral dalam mencapai keberhasilan pendidikan.

Pendekatan tematik yang akhir-akhir ini digulirkan dan telah disosialisasi, di lapangan memerlukan penjelasan yang cukup rinci. Apa, bagaimana membelajarkan model secara tematik akan dikupas di dalam salah satu makalah materi diklat yang akan diawali dari pengkajian ruang lingkup berbagai mata pelajaran. Kupasan atau kajian ini tetapi tentunya masih diperlukan motivasi, kontribusi dan adaptasi antara guru dan siswa setempat.

Karena suatu model pembelajaran sangat cocok dengan siswa A di kelas A belum tentu cocok  sama perlakuannya apabila disajikan untuk siswa B di tempat B. Hal ini masih diperlukan adaptasi-adaptasi pembelajaran, dan model pembelajaran yang disajikan tentulah sekedar pemberian wawasan bagaimana
membelajarkan tematik dimaksud dengan tetap memperhatikan kondisi siswa di tempat guru bertugas.

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…