Monday, January 5, 2015

Kajian Ruang Lingkup Pembelajaran Tematik Sekolah Dasar

Peningkatan mutu pendidikan tidak bisa lepas dari upaya para pendidik tenaga kependidikn di Indonesia
dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan sekaligus meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia serta menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam mewujudkan masyarakat yang maju, adil, makmur dan beradab berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang dasar 1945 Negara Republik

Indonesia telah dicanangkan dalam rencana pembangunan nasional dalam bidang pendidikan. Untuk itu guru perlu beradaptasi dengan upaya pemerintah seiring dengan telah ditetapkannya Peraturan Menteri nomor 22 terntang Standar Isi yang memuat Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar bagi siswa Sekolah Dasar. Guru dalam tugas pokok dan fungsinya mempunyai peran, fungsi dan kedudukan yang sangat strategis dalam pembangunan nasional di bidang pendidikan. Oleh karena itu diperlukan peningkatan mutu guru secara terencana, terarah dan berkesinambungan, agar guru dapat melaksanakan perannya sebagai tenaga fungsional yang mampu menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global.

Kedudukan guru sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan
mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi anak didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Sebagai tenaga profesional, guru mempunyai tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Jabatan guru sebagai tenaga profesional memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Guru sebagai tenaga profesional yang memiliki tugas dan fungsi mencerdaskan kehidupan bangsa di bidang pendidikan bukan semata-mata suatu profesi melainkan juga merupakan suatu pengabdian. Dengan profesionalismenya guru diharapkan memiliki kemampuan membelajarkan materi kepada peserta didik sesuai dengan yang diharapkan pemerintah.

Guru juga di harapkan memiliki dedikasi atau komitmen terhadap pelaksanaan tugasnya dan perlu menyiapkan proses pembelajaran yang efektif. Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

Profesionalisme seorang guru menuntut dirinya untuk selalu memperbaiki dan menambah kompetensinya serta mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi ditempat tugasnya. Betapapun kemajuan ilmu dan teknologi di bidang pendidikan tidak akan dapat menggantikan fungsi guru secara utuh. Terlebih bagi siswa di kelas awal, dimana siswa yang masih duduk di kelas 1, 2, dan 3 masih benar-benar membutuhkan kehadiran seorang guru. Media pendidikan mungkin dapat melakukan transformasi pengetahuan dengan efektif, efisien, tetapi kehadiran seorang guru secara pribadi, dengan kasih sayangnya,
perhatian, sentuhan emosinya, kesabaran, kedisiplinan, keteladanan, tentu saja tidak dapat digantikan oleh sebuah teknologi. Sehingga tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa guru ditempatkan sebagai posisi sentral dalam mencapai keberhasilan pendidikan.

Pendekatan tematik yang akhir-akhir ini digulirkan dan telah disosialisasi, di lapangan memerlukan penjelasan yang cukup rinci. Apa, bagaimana membelajarkan model secara tematik akan dikupas di dalam salah satu makalah materi diklat yang akan diawali dari pengkajian ruang lingkup berbagai mata pelajaran. Kupasan atau kajian ini tetapi tentunya masih diperlukan motivasi, kontribusi dan adaptasi antara guru dan siswa setempat.

Karena suatu model pembelajaran sangat cocok dengan siswa A di kelas A belum tentu cocok  sama perlakuannya apabila disajikan untuk siswa B di tempat B. Hal ini masih diperlukan adaptasi-adaptasi pembelajaran, dan model pembelajaran yang disajikan tentulah sekedar pemberian wawasan bagaimana
membelajarkan tematik dimaksud dengan tetap memperhatikan kondisi siswa di tempat guru bertugas.

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...