Batu Giok untuk Pengobatan

Motivasi Mindset - Dalam pengobatan Traditional Chinese Medicine (TCM), batu giok sudah dikenal sejak lama. Batu giok diyakini berkhasiat menyembuhkan berbagai penaykit. Menurut David Sungahandra, praktisi TCM yang berpraktik di Klinik Beijing, Jakarta Barat, sinse- sinse di zaman kekaisaran Cina menggunakan serbuk bati giok sebagai obat awet muda karena mengandung magnesium dan kalsium. Batu giok juga diyakini sebagai pengantar sinar infra merah yang baik.

Menurut Nihla Zairany, konsultan sekaligus bagian pemasaran MPS Puri Indah, kapsul Dima yang dikonsumsi Tiomsi untuk terapi menggunakan kekuatan batu giok. Batu giok yang tertanam di dalam kapsul Dima difungsikan untuk membantu mengembalikan vitalitas, merangsang regenerasi sel, meningkatkan daya tahan tubuh, merangsang tubuh melawan penyakit, serta melancarkan peredaran darah. Kapsul Dima sendiri merupakan perpaduan seni pengobatan tradisional Timur, yaitu pijat, akupresur, akupuntur, moksibasi, penyinaran infra merah jauh, dan chairo (pelurusan tulang belakang).

Kata Nihla, di dalam kapsul Dima tersusun jajaran batu giok dan lempengan epoxy carbon yang menghasilkan sinar infra merah jauh, yang ketika dipanaskan dengan suhu antara 30-75 derajat Celcius akan diserap tubuh.

Caranya, tubuh pasien dibaringkan di dalam kapsul raksasa. Secara otomatis epoxy carbon serta set roller batu giok bekerja memijat dari tulang leher hingga tulang paha bawah, tumit, dan betis disertai suhu udara panas yang bekerja selama 33 menit. Tekanan (presur) secara otomatis akan berhenti selama beberapa menit di setiap titik tubuh yang sakit.

Ada beberapa reaksi yang dialami pasien saat menjalani terapi kapsul DIma, misalnya kepala berat dan pusing, mengindikasikan adanya tekanan darah tinggi. Namun, reaksi tersebut hanya terjadi sesaat.

"Saat terapi, seluruh tubuh akan terasa lemas dan tekanan darah naik sesaat. Namun, keadaan akan kembali normal bila pasien melakukan terapi secara teratur. Pasien pun akan mengalami kesembuhan dari gangguan penyakit," tutur Nihla.

Kapsul Nihla didesai berbentuk kubah, mempunyai ukuran kemiringan 180 derajat menggunakan emitter penghasil sinar infra merah jauh yang terbuat dari lepengan epoxy carbon. Emitter ini menghasilkan sinar infra merah jauh dengan panjang gelombang 4,00-16,00 mikro.

Kata ihla, sinar infra merah jauh terbai menjadi 4 bagian, yakni sinar infra merah dekat dengan getaran gelombang 0,76-1,50 mikron, sinar infra merah sedang 1,50-4,00 mikron, sinar infra merah jauh 4,00-16,00 mikron, dan sinar infra merah jauh sekali, yang getaran gelombangnya lebih dari 16,00 mikron. Namun, katanya, pemijatan dan aliran sinar infra merah jauh itu berintikan pada batu giok yang terletak di bawah kapsul Dima.

Gelombang sinar infra merah yang cocok dengan gelombang tubuh manusia adalah sinar infra merah jauh yang kekuatan getar gelombangnya antara 4,00-16,00 mikron, hampir sama dengan gelombang energi manusia, yaitu 8,00-14,00 mikron. Adanya getaran gelombang sinar infra merah jauh pada tubuh manusia itu, secara langsung bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah dan pembuluh darah yang tersumbat. Akibatnya, gangguan rematik, otot-toto yang sakit, dan artritis dapat disembuhkan.

Getaran gelombang itu dapat juga melancarkan dan menyeimbangkan metabolisme tubuh, sehingga mampu mengatasi dan memperlambat proses penuaan dini serta menghancurkan lemak-lemak yang tertimbun dalam tubuh. Tubuh pun dapat langsung karenanya.

Masih kata Nihla, getaran gelombang dalam tubuh manusia memainkan peran penting sebagai penyeimbang sel untuk penyembuhan penyakit. Jika getarannya konsisten akan dapat memelihara kesehatan secara maksimal.

Tak heran, kapsul Dima, yang notabene menggunakan kekuatan batu giok, mampu memulihkan gangguan penyakit secara cepat. Kerja batu giok di dalamnya dapat mengembalikan vitalitas, merangsang regenerasi sel, meningkatkan daya tahan tubuh, merangsang tubuh melawan penyakit, serta melancarkan peredaran darah.

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar