Skip to main content

Aktivasi Otak Tengah untuk Orang Dewasa

Mengapa otak tengah anak lebih mudah di aktivasi dari pada otak tengah orang dewasa? Ada banyak faktor. Otak manusia ada dalam tahap perkembangan sampai umur 15 tahun. Percaya atau tidak, umur 20 tahun otak manusia sudah masuk dalam taraf degenerasi. Mulai umur 20 tahun sel-sel otak akan mulai menurun fungsinya. Aktivasi otak tengah ini memprogram otak tengah pada saat otak ada dalam masa pertumbuhan.

Ada alasan lain mengapa tingkat kesulitan aktivasi otak tengah untuk orang dewasa lebih tinggi. Pola pikir yang sudah terbentuk dan sulit diubah. Apakah anda pernah berusaha meyakinkan seorang dewasa tentang sesuatu yang dia tidak percaya ? Sukar bukan ? Coba lakukan ini pada anak 6 atau 9 tahun! Mana yang lebih mudah ? Jangankan mempengaruhi orang lain, saya sendiri saja sulit untuk meyakinkan diri sendiri, bahwa ternyata anak saya dapat melihat dengan mata tertutup. Setelah otak tengahnya di aktivasi, dia dapat melihat dengan mata tertutup. Saya tidak berani memperlihatkan kemampuan anak ini kepada orang lain. Karena saya sendiri setelah melihatnya setiap hari masih tetap tidak percaya dengan apa yang saya lihat.

Salah satu cara yang diajarkan pada saat aktivasi otak tengah adalah membuat otak anak tersebut terbuka untuk menerima hal yang dirasa tidak mungkin. Jika seorang anak yakin bahwa dia tidak akan dapat melihat dengan mata tertutup, maka dia benar. Dia tidak dapat melihat dengan mata tertutup. Jika kita berpikir bahwa kita tidak akan dapat menjadi juara lari 100 M dunia, maka kita benar ! Tetapi jika kita berpikir bahwa kita dapat menjadi juara lari 100 M, maka kita juga benar. Jadi kembali pada pola pikir kita.

Apakah anda pernah mendengar cerita gajah sirkus yang mati terbakar pada saat tenda sirkus terbakar ? Gajah besar tersebut kakinya hanya diikat dengan tali kecil yang diikatkan seadanya pada sebuah pasak kecil. Hal ini dapat terjadi karena pola pikir gajah tersebut telah diprogram sejak kecil. Pada waktu kecil gajah tersebut diikat dengan rantai besar pada sebuah pasak yang tertanam kuat. Setelah beberapa tahun berusaha menarik rantai tersebut tanpa hasil, maka gajah kecil tersebut “Sadar” bahwa dia tidak akan dapat memutuskan rantai pengikat kaki, walaupun dia berusaha sekuatnya. Pola pikir ini menjadi “kebenaran” dalam otaknya. Walaupun kakinya diikat dengan tali kecil yang secara teknis dapat diputuskan, “Mental Blok” yang ada dalam otaknya – lah yang mematikan memampuan dia memutuskan tali kecil di kakinya.

“Mental Blok” pada orang dewasa-lah yang paling banyak menghalangi aktivasi otak tengah ini. Mungkin ada baiknya kita coba berpikir jernih untuk dapat meruntuhkan “Mental Blok” ini. Apapun yang kita yakini adalah suatu kebenaran untuk diri kita sendiri. Karena kita adalah apa yang kita pikirkan. Beberapa orang tetap tidak percaya bahwa seorang anak dapat melihat dengan otak tengahnya. Mereka meyakini pasti ada campur tangan dari dunia supra natural atau faktor dunia kegelapan lain. Jangan berkonfrontasi dengan mereka, karena mereka mempunyai “Kebenaran mereka sendiri”. Ajak lah mereka makan dan bicarakanlah hal-hal lain. Hubungan kita dengan mereka jauh lebih penting dari pada kita “membela” kebenaran otak tengah. Aktivasi otak tengah adalah suatu fakta. Jika ada seseorang yang tidak percaya bahwa ternyata bumi lah yang mengitari matahari (bukan matahari yang mengitari bumi). Hargailah pendapat mereka. Dan berteman lah dengan mereka. Barangkali kita dapat menolong mereka di kemudian hari jika mereka mengalami kesulitan.Mengapa otak tengah anak lebih mudah di aktivasi dari pada otak tengah orang dewasa? Ada banyak faktor. Otak manusia ada dalam tahap perkembangan sampai umur 15 tahun. Percaya atau tidak, umur 20 tahun otak manusia sudah masuk dalam taraf degenerasi. Mulai umur 20 tahun sel-sel otak akan mulai menurun fungsinya. Aktivasi otak tengah ini memprogram otak tengah pada saat otak ada dalam masa pertumbuhan.

Ada alasan lain mengapa tingkat kesulitan aktivasi otak tengah untuk orang dewasa lebih tinggi. Pola pikir yang sudah terbentuk dan sulit diubah. Apakah anda pernah berusaha meyakinkan seorang dewasa tentang sesuatu yang dia tidak percaya ? Sukar bukan ? Coba lakukan ini pada anak 6 atau 9 tahun! Mana yang lebih mudah ? Jangankan mempengaruhi orang lain, saya sendiri saja sulit untuk meyakinkan diri sendiri, bahwa ternyata anak saya dapat melihat dengan mata tertutup. Setelah otak tengahnya di aktivasi, dia dapat melihat dengan mata tertutup. Saya tidak berani memperlihatkan kemampuan anak ini kepada orang lain. Karena saya sendiri setelah melihatnya setiap hari masih tetap tidak percaya dengan apa yang saya lihat.

Salah satu cara yang diajarkan pada saat aktivasi otak tengah adalah membuat otak anak tersebut terbuka untuk menerima hal yang dirasa tidak mungkin. Jika seorang anak yakin bahwa dia tidak akan dapat melihat dengan mata tertutup, maka dia benar. Dia tidak dapat melihat dengan mata tertutup. Jika kita berpikir bahwa kita tidak akan dapat menjadi juara lari 100 M dunia, maka kita benar ! Tetapi jika kita berpikir bahwa kita dapat menjadi juara lari 100 M, maka kita juga benar. Jadi kembali pada pola pikir kita.

Apakah anda pernah mendengar cerita gajah sirkus yang mati terbakar pada saat tenda sirkus terbakar ? Gajah besar tersebut kakinya hanya diikat dengan tali kecil yang diikatkan seadanya pada sebuah pasak kecil. Hal ini dapat terjadi karena pola pikir gajah tersebut telah diprogram sejak kecil. Pada waktu kecil gajah tersebut diikat dengan rantai besar pada sebuah pasak yang tertanam kuat. Setelah beberapa tahun berusaha menarik rantai tersebut tanpa hasil, maka gajah kecil tersebut “Sadar” bahwa dia tidak akan dapat memutuskan rantai pengikat kaki, walaupun dia berusaha sekuatnya. Pola pikir ini menjadi “kebenaran” dalam otaknya. Walaupun kakinya diikat dengan tali kecil yang secara teknis dapat diputuskan, “Mental Blok” yang ada dalam otaknya – lah yang mematikan memampuan dia memutuskan tali kecil di kakinya.

“Mental Blok” pada orang dewasa-lah yang paling banyak menghalangi aktivasi otak tengah ini. Mungkin ada baiknya kita coba berpikir jernih untuk dapat meruntuhkan “Mental Blok” ini. Apapun yang kita yakini adalah suatu kebenaran untuk diri kita sendiri. Karena kita adalah apa yang kita pikirkan. Beberapa orang tetap tidak percaya bahwa seorang anak dapat melihat dengan otak tengahnya. Mereka meyakini pasti ada campur tangan dari dunia supra natural atau faktor dunia kegelapan lain. Jangan berkonfrontasi dengan mereka, karena mereka mempunyai “Kebenaran mereka sendiri”. Ajak lah mereka makan dan bicarakanlah hal-hal lain. Hubungan kita dengan mereka jauh lebih penting dari pada kita “membela” kebenaran otak tengah. Aktivasi otak tengah adalah suatu fakta. Jika ada seseorang yang tidak percaya bahwa ternyata bumi lah yang mengitari matahari (bukan matahari yang mengitari bumi). Hargailah pendapat mereka. Dan berteman lah dengan mereka. Barangkali kita dapat menolong mereka di kemudian hari jika mereka mengalami kesulitan.

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…