Skip to main content

Cara Membuat Tabungan yang Baik

Membangun kebiasaan menabung bisa dimulai dengan sejumlah cara ini:
1. Tujuan menabung
Tentukan apa yang menjadi tujuan Anda dalam menabung. Dengan begitu Anda memiliki target tertentu yang termotivasi untuk menabung setiap bulannya. Menurut perencana keuangan Ligwina Poerwo-Hananto, kerap kali orang yang kesulitan untuk konsisten menabung setiap bulan karena mereka tak memiliki target yang jelas. Menurutnya, bahkan target pun harus dibuat semenarik mungkin untuk memotivasi Anda. Misalnya, Anda menargetkan ingin punya mobil, liburan keluarga ke luar negeri, apa pun yang Anda sukai. Dengan begitu, Anda selalu bersemangat dan berkomitmen untuk terus menabung.

2. Alokasi dana tabungan di awal bulan
Anda perlu mengubah perilaku, menabung bukan di akhir bulan dengan menggunakan dana yang tersisa. Menabung bukan menyisihkan uang hasil bekerja selama sebulan, namun menabung adalah mengalokasikan dana dari penghasilan di awal bulan. Artinya, Anda perlu mengambil sejumlah uang dengan komposisi 10-30 persen setiap bulannya setiap kali menerima gaji. Perilaku ini merupakan tindakan pencegahan dari kehabisan dana untuk tabungan.

3. Membuat rekening khusus tabungan

Bedakan rekening pemasukan dan rekening tabungan untuk mengontrol keuangan setiap bulan. Jika menurut Anda merepotkan saat harus membagi uang dalam sejumlah rekening berbeda, Anda bisa menggunakan sistem amplop. Artinya, pisahkan uang yang dilokasikan untuk ditabung dalam satu amplop terpisah setiap bulannya. Jika sistem amplop menjadi pilihan Anda, pastikan Anda disiplin menjalankannya. Hindari penggunaan uang di luar rencana karena sangat mungkin terjadi uang di amplop Anda gunakan untuk kebutuhan lain yang tidak sesuai rencana. Disiplin dan komitmen menjadi syarat utama menggunakan sistem amplop ini. Jika memilih bank sebagai tempatmenabung, saat membuka rekening tabungan sebaiknya kenali persyaratannya. Pilih bank yang memudahkan dan paling menguntungkan Anda.

4. Semakin besar penghasilan, semakin besar pula porsi tabungan

Berapa pun penghasilan Anda, besar atau kecil, kebiasaan menabung wajib dijalankan. Meski penghasilan di bawah rata-rata, tak ada alasan menunda kebiasaanmenabung. Atur saja porsi tabungannya, ambil komposisi terendah yang disarankan perencana keuangan, yakni 10 persen. Jadi ketika Anda memiliki penghasilan tak ada alasan untuk tidak menabung. Seiring bertambahnya penghasilan Anda, tingkatkan alokasi dana untuk menabung hingga 30 persen dari gaji bulanan.

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…