Friday, May 1, 2015

Cara Menghitung Bunga Deposito

Kebanyakan bank-bank di Indonesia telah mencantumkan suku bunga tahunan untuk deposito yang mereka tawarkan. Tenor / jangka waktu deposito bervariasi mulai dari 1, 3, 6, 12, 24 hingga 36 bulan. Sebagai contoh, suku bunga deposito untuk 3 bulan ditulis 3,5% p.a. (p.a. adalah per-annum atau tiap tahun).

Yang harus digaris bawahi, bank bisa saja menawarkan bunga yang belum dibebani pajak. Sama seperti bunga rekening tabungan biasa, pajak untuk bunga deposito di atas Rp 7.500.000,- adalah sebesar 20%. Dari 3,5% itu, bunga bersih yang akan diterima adalah sebesar 2,8% p.a.

Artinya, besaran bunga yang diterima untuk deposito dengan dana pokok senilai Rp 100.000.000,-, cara menghitung bunga deposito yang berlaku adalah:

Rp 100.000.000,- x 2,8% x (3 bulan/12 bulan) = Rp 700.000,-

Dengan mengetahui karakteristik deposito, khususnya cara menghitung bunga deposito, pemilihan tenor / jangka waktu dan resiko penalti, diharapkan dapat memberi pemahaman yang cukup bagi para nasabah dalam menentukan produk deposito terbaik di dalam portfolio investasinya.

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...