Saturday, May 2, 2015

Cara Meningkatkan Tabungan

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu anda lakukan agar anda dapat meningkatkan jumlah tabungan anda :

1. Tetapkan tujuan

Untuk tujuan jangka pendek, menetapkan tujuan dapat dengan mudah dilakukan. Jika anda hanya ingin membeli sebuah game, yang harus anda lakukan adalah mencari tahu berapa biayanya. Jika anda ingin membeli rumah, hitung jumlah uang muka yang harus anda siapkan.

Untuk tujuan jangka panjang seperti pensiun, anda harus melakukan perencanaan yang lebih (memperkirakan berapa banyak uang yang anda perlukan untuk hidup nyaman setelah pensiun dan memperkirakan bagaimana investasi dan tabungan anda akan membantu mencapai tujuan anda).

Agar tujuan anda tersebut dapat tercapai, maka kondisi pertama yang harus anda miliki adalah anda tidak memiliki hutang. Jika anda memiliki utang, maka prioritas pertama adalah anda segera melunasi utang-utang anda. Setelah semuanya lunas, uang anda mulai dapat digunakan untuk tabungan.

2. Mengatur jadwal

Sebagai contoh, saya ingin bisa membeli rumah dalam tiga tahun dari sekarang. Tetapkan tanggal untuk pencapaian tujuan jangka pendek tersebut dan pastikan bahwa tujuan dapat dicapai dalam waktu itu. Jika tidak memungkinkan maka anda hanya akan berkecil hati.

3. Tentukan jumlah uang yang akan ditabung

Hitung berapa banyak uang yang akan anda simpan dalam tabungan anda per minggu, per bulan, atau setiap kali anda menerima gaji, untuk mencapai tujuan anda tersebut. Sebaiknya anda menyimpan sejumlah uang yang sama setiap periode. Misalnya, jika anda ingin berangkat haji 3 tahun dari sekarang, katakan saja biayanya 45 juta rupiah, maka anda harus menyimpan sebulannya sebesar Rp. 1.250.000,- . Tapi jika gaji anda sebesar 2 juta per bulan, maka tujuan anda tampaknya tidak realistis, karena idealnya tabungan adalah 30% dari penghasilan anda. Apa yang harus anda lakukan adalah mengubah jadwal agar menghasilkan skenario yang lebih layak.

4. Mencatat pengeluaran

Jumlah uang yang anda tabung adalah selisih antara jumlah penghasilan anda dan jumlah pengeluaran anda. Karena anda memiliki kontrol yang lebih pada jumlah yang anda belanjakan, maka suatu hal yang bijak jika anda melihat secara kritis pengeluaran-pengeluaran anda. Catatlah setiap bulannya dimana anda menghabiskan uang Anda. Jadilah sedetail mungkin dalam persediaan uang anda, termasuk pembelian-pembelian kecil. Kemudian cobalah untuk mengkategorikan jenis biaya. Sebagai contoh: sewa, asuransi mobil, biaya perawatan mobil, tagihan telepon, bensin, makanan, hiburan, dll.

5. Potong pengeluaran pengeluaran anda

Lihatlah kembali pengeluaran anda selama 2 bulan ke belakang. Sangat mengejutkan ketika anda menyadari biaya anda nongkrong di cafe sebesar Rp. 2 juta, tiket parkir Rp. 500 ribu, dsb. Mungkin anda akan menemukan beberapa biaya yang tidak dapat anda pangkas. Berdasarkan jumlah yang perlu dihemat, anda perlu mengambil beberapa keputusan sulit. Buatlah prioritas dan potong pengeluaran-pengeluaran yang membawa dampak paling kecil terhadap kebutuhan anda. Misalnya anda dapat pindah ke apartemen yang lebih murah, mengurangi pemakaian mobil, membatasi penggunaan handphone, makan di rumah, dsb. Hitunglah berapa banyak anda akan menghemat setiap tahunnya dari pemotongan ini.

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...