Saturday, May 2, 2015

Menabung Versus Investasi

Menabung sedikit uang memang bagus. Apalagi jika hal itu dilakukan untuk keperluan anak, pendidikan anak, sampai untuk berjaga-jaga dari hal-hal yang tidak terduga. Kita memang disarankan mempunyai uang kas untuk membiayai hidup selama setengah sampai satu tahun. Tapi jika anda cermati lebih dalam, kebiasaan menabung bisa jadi sesuatu yang buruk, setidaknya jika dilihat dari sudut pandang investasi masa depan anda. Apa itu? Tujuan untuk apa anda menabung?
Tujuan anda menabung untuk “memakai” sangat berbeda dengan tujuan anda menabung untuk “investasi”. Contoh tujuan menabung untuk “memakai” adalah anda menabung untuk membeli TV baru, mobil baru, paket liburan, handphone dengan fitur terbaru dan sebagainya. Uang anda akan lenyap begitu saja.
Pertanyaanya sekarang adalah, bagaimana kalau anda menabung bukan untuk “memakai”? Tetapi untuk investasi masa depan beresiko kecil seperti bunga bank, deposito, cek dan sebagainya? Itu juga bukan strategi investasi masa depan yang pandai. Mengapa bisa seperti itu? Karena bank meminjamkan uang yang anda tabung dengan mengenakan bunga 19% kepada para kreditor, lalu membayar anda di bawah 5%. Lagi pula jika anda seorang muslim, anda dilarang untuk mengambil bunga dari meminjamkan uang.
Dan perlu anda ketahui, sistem mata uang yang kita gunakan sekarang adalah berdasarkan nilai, bukanberdasarkan emas. Salah satu efeknya adalah nilai mata uang kita ditentukan oleh banyak tidaknya jumlah uang yang beredar di masyarakat, dan selalu cenderung turun. Sejarah membuktikan bahwa dari tahun ke tahun selalu saja terjadi pemotongan nilai mata uang. Anda tidak percaya? Begini, anggap saja anda punya uang 500 rupiah.
Waktu anda masih duduk di bangku SD, dengan uang tersebut anda bisa membeli satu botol softdrink “merek terkenal”. Sedangkan sekarang, harga softdrink “merek terkenal” tersebut berkisar antara 2000 sampai 2500 rupiah. Jika anda dulu menabung dan menyimpan uang di bank sampai saat ini, berapa nilai uang anda sekarang? Bandingkan jika 10 tahun yang lalu anda membeli investasi masa depan semisal emas atau sebidang tanah. Belajarlah dari kesalahan masa lalu.
Namun, investasi masa depan itu pilihan. Jika anda tidak mau belajar berinvestasi karena terlalu beresiko, maka menabung adalah pilihan yang lebih baik daripada investasi masa depan.

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...