Friday, May 1, 2015

Mengenal Otak Tengah

Otak tengah adalah suatu bagian dari otak yang paling rumit fungsi dan rangkaiannya. Otak ini berfungsi sebagai ‘master controller’. Kegunaannya secara garis besar adalah mengontol kegiatan otak kanan dan kiri. Otak tengah manusia mempunyai disain awal aktif. Otak ini menjadi tidak aktif karena pengaruh kebudayaan manusia dan pikiran logika. Binatang tidak mempunyai logika, sehingga menggunakan otak tengah dengan intensitas yang cukup tinggi. Setelah otak tengah akan diaktivasi, maka seluruh bagian otak (otak kanan dan kiri) akan diatur untuk bekerja sama. Selama ini kita mungkin sering mendengar seorang akan adalah dominan otak kanan atau dominan otak kiri. Hal ini disebabkan karena otak tengahnya tidak aktif. Seorang anak dengan otak tengah yang aktif akan mempergunakan kedua belah otak tersebut dengan lebih baik dan menyeluruh. Akibat yang diharapkan dengan aktifnya otak tengah adalah :

Konsentrasi yang lebih baik (karena melihatkan lebih banyak bagian otak)
Daya Ingat yang meningkat (penyelidikan dari Jepang menyatakan, secara teori memori meningkat 1 juta kali)
Tingkat kestabilan emosi yang lebih baik / stabil
Pengaturan hormon lebih baik (karena otak tengah adalah bagian otak untuk regulasi hormon)
Pengontrolan daya kinetik (gerakan) lebih baik
Daya tangkap yang lebih tinggi (karena untuk mengerti sesuatu, anak dapat menggunakan kedua belah otak, bukan hanya logika saja)
Loving Intelligence yang lebih tinggi (kecenderungan kuat untuk mengasihi orang lain, termasuk orang tua. kemampuan ini juga yang mengarahkan anak untuk menggunakan kemampuannya untuk kebaikan)
Tanda bahwa otak tengah sudah aktif adalah kemampuan melihat dengan mata tertutup. Hal ini bisa terjadi karena otak tengah menjadi aktif dan mengeluarkan gelombang otak dengan intensitas yang lebih tinggi dari sebelumnya. Gelombang otak ini terpancar keluar, memantul, lalu ditangkap lagi oleh berbagai indera anak, termasuk tangan, hidung, telinga, juga oleh otak tengah itu sendiri. Gelombang otak ini yang dapat berjalan menembus bebagai media (termasuk tembok), seperti layaknya gelombang suara. Jadi kemampuan dengan dengan mata tertutup adalah sekedar tanda bahwa otak tengah sudah aktif. kemampuan tersebut bukanlah kemampuan yang dikejar secara khusus. Bagaimana kemampuan otak tengah selanjutnya tergantung latihan si anak. Otak tengah yang telah aktif justru akan membuat anak lebih ‘baik’. mereka tidak memiliki kecenderungan untuk berbuat curang. Banyak cerita dari anak-anak yang telah diaktivasi, mereka menjadi lebih memperhatikan orang lain, bukan hanya dirinya sendiri. Apakah anak akan mempergunakan kemampuannya untuk menyontek ? Pertanyaan bagus. Jika anak tidak memiliki kesulitan dalam belajar, kelihatannya mereka akan lebih suka menjawab pertanyaan dengan pengetahuan yang ada di otak mereka, daripada menyontek. Tetapi jika ternyata si anak telah mengembangkan memory fotografis (tingkat penggunaan memory yang tinggi, membutuhkan latihan untuk mempergunakannya), dia akan dapat ‘menyontek’ catatan dari dalam otaknya. Tetapi apakah ini menyontek? Dan siapa yang dapat melarangnya? Sudah mulai banyak cerita tentang anak yang daya ingatnya meningkat tinggi. Felicia dari Bandung cukup membaca bahan ulangan IPA kelas 4 SD sebanyak 198 halaman 1 kali saja, dan dia mendapat nilai 97 (hanya salah 1). Sebelum aktivasi otak tengah, kemampuan ini tidak dimilikinya.

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...