Penyeimbangan Emosi dengan Reiki

Penyeimbangan Emosi Manusia dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dari peristiwa-peristiwa emosional, misal : kesedihan, kegembiraan, kemarahan, ketakutan, dsb. Dimana terkadang karena sesuatu dan lain hal terjadi hambatan dalam pelepasan emosi tersebut, yang mengakibatkan penimbunan emosi di alam bawah sadar. Selanjutnya, banyak kasus bahwa penyakit fisik acapkali ditimbulkan oleh timbunan-timbunan emosi seperti ini. Melalui Reiki, maka dapat dilakukan suatu penyeimbangan kembali, melalui pelepasan-pelepasan emosi yang tertimbun di alam bawah sadar tersebut.

Proses penyeimbangan emosi melalui Reiki memerlukan waktu yang relatif lama, yaitu antara ( ½ jam – 2 jam), sehingga perlu dilakukan persiapan yang benar-benar baik. Antara lain : tempat yang relatif tenang, posisi penyaluran yang santai, dsb.

Proses penyeimbangan emosi ini akan mengakibatkan keluarnya berbagai emosi dari alam bawah sadar dengan berbagai reaksinya, misal : tertawa terbahak-bahak, menangis tersedu-sedu, kemarahan, dsb. Seluruh reaksi atas emosi ini harus benar-benar dilepaskan, sesuai dengan tujuan dari penyeimbangan emosi ini. Oleh karena sangat disarankan agar sebelumnya terlebih dahulu penyembuh dapat memberikan pengertian yang mendalam terhadap pasien atas reaksi-reaksi yang mungkin timbul tersebut, serta apa saja yang harus dilakukan oleh pasien.

Tata Cara Penyeimbangan Emosi

Arahkan bola energi Seiheiki ke Cakra Ajna (tanpa afirmasi)

Arahkan bola energi Chokurei ke Cakra Ajna (tanpa afirmasi)

Arahkan bola energi Seiheiki ke kepala bagian belakang (tanpa afirmasi)

Arahkan bola energi Chokurei ke kepala bagian belakang (tanpa afirmasi)

Salurkan energi dengan kedua belah telapak tangan, dimana satu tangan di Cakra Ajna dan tangan lainnya di belakang kepala.

Niatkan bahwa anda akan menyalurkan energi untuk penyeimbangan emosi.

Catatan :

Seluruh emosi pasien yang mungkin timbul harus tuntas dikeluarkan. Proses baru dihentikan jika pasien sudah merasa segar dan terbebas dari gejolak emosi apapun juga.

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar