Skip to main content

Usia Untuk Mengaktifkan Otak Tengah

Sampai saat ini hanya otak tengah anak (usia 5 – 12 thn) saja yang dapat diaktivasi dengan tingkat kesuksesan yang tinggi. Ada apa dengan anak usia di bawah 5 tahun dan di atas 12 tahun? Bagaimana dengan aktivasi otak tengah untuk dewasa?

Usia dibawah 5 tahun.
Anak di bawah usia 5 tahun masih agak sulit untuk memberikan feed back yang akurat. Mereka juga masih agak sulit melaksanakan instruksi yang kompleks. Anak-anak ini masih membutuhkan perhatian ekstra. Itu sebabnya ada istilah balita (bawah lima tahun). Untuk anak di bawah usia 5 tahun dipersilahkan menunggu dulu sampai mereka ‘cukup umur’. Aktivasi otak tengah akan ada terus di Indonesia. Jadi jangan kuatir tidak mendapat kesempatan.

Usia antara 12-15 tahun.
Pada rentang usia ini anak sudah agak sulit di arahkan. Mereka membutuhkan motivasi tertentu untuk melakukan sesuatu. Jika mereka sudah mempunyai suatu pendiria, sulit untuk di ‘bujuk. Usia di bawah 12 tahun masih lebih mudah diarahkan dengan mempergunakan hadiah, atau acara yang menarik. Untuk anak usia 12-15 tahun ini dibutuhkan faktor motivasi. Jika anak sudah mempunyai motivasi yang tinggi untuk mengaktifkan otak tengahnya, maka akan menjadi lebih mudah. Kesulitan kedua adalah rentang usia ini mulai terjadi peralihan ke dewasa. Mereka malu untuk bertindak seperti anak-anak, tetapi masih belum bisa bertindak seperti dewasa. Ada banyak kemungkinan mereka tidak mau ikut ‘goyang’ pada saat lagu anak-anak dibunyikan. Hanya anak-anak yang mau menerima dengan sungguh-sungguh saja yang dapat diaktifkan otak tengahnya.

Usia di atas 15 tahun.
Sekerang ini penelitian untuk dewasa sudah mencapai tahap akhir, dalam waktu dekat akan di umumkan aktivasi untuk dewasa. Tetapi karena kesibukan menangani anak-anak, maka prioritas saat ini masih untuk anak-anak terlebih dahulu.

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…